GMNI Kefamenanu Tolak Pemulangan Warga Eks ISIS ke Indonesia

GMNI Cabang Kefamenanu menolak pemulangan Warga Negara Indonesia ( WNI) anggota ISI ke Indonesia

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Ketua GMNI Cabang Kefamenanu, Francis C. Ratrigis 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI) Cabang Kefamenanu menolak pemulangan Warga Negara Indonesia ( WNI) yang merupakan eks anggota organisasi Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS).

Pasalnya, pemulangan terhadap para WNI eks ISIS dapat berpotensi munculnya kelompok-kelompok radikal sehingga masyarakat akan mudah terpapar radikalisme.

Aset KSP Kopdit Solidaritas Sta. Maria Assumpta Kantor Cabang Oesao Mencapai Rp 26 Miliar

Pernyataan penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua GMNI Cabang Kefamenanu, Francis C. Ratrigis melalui rilis yang diterima Pos Kupang pada, Minggu (9/2/2020).

Menurut Francis, wacana pemulangan para WNI eks ISIS perlu dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah pusat serta intansi terkait lainya. Hal itu karena, menurut GMNI Kefamenanu dapat berpotensi muncul kelompok radikal yang dapat membahayakan keutuhan negara.

"Karena antek-antek terorisme akan menjadi ancaman keras dan boomerang bagi negara Indonesia jika tidak dipertimbangkan secara cermat," tegasnya.

Pilkada Sumba Barat, Ini Pandangan Pengamat Politik Undana Kupang Rudy Rohi

Francis menegaskan, meskipun negara wajib melindungi warga negaranya, namun pemerintah RI tidak boleh mengesampingkan masalah tersebut.

Sebab, sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 dijelaskan bahwa keterlibatan orang atau kelompok orang serta keterlibatan warga negara Indonesia dalam organisasi di dalam atau di luar negeri yang bermaksud melakukan permufakatan jahat yang mengarah pada tindak pidana terorisme, berpotensi mengancam keamanan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara, serta perdamaian dunia.

"Sehingga menurut kami hal urgen yang perlu diperhatikan secara baik oleh pemerintah adalah jangka panjang dari pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia. Sebab, doktrin terorisme dan radikalisme akan menyebar di seluruh pelosok nusantara sehingga dapat menjadi ancaman bersama serta menganggu kesejahteraan masyarakat dan ketertiban dunia jika WNI eks ISIS akan dipulangkan ke Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, tambah Francis, dampak dari sekian ratusan WNI eks ISIS tersebut akan menimbulkan reinkarnasi terorisme di Indonesia sekalipun ada upaya deradikalisasi dari pihak berwenang dijalankan.

Atas dasar tersebut, tegas Francis, pihaknya menolak dengan tegas WNI eks ISIS yang akan dipulangkan Ke Indonesia karena akan menganggu keamanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia serta menjadi ancaman besar bagi NKRI.

"GMNI Kefamenanu juga mendesak pemerintah pusat agar lebih cermat dalam mempertibangkan dampak dari WNI eks ISIS yang hendak dipulangkan ke negara Indonesia," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved