Melki Laka Lena Minta Warga Hadapi Virus Corona Secara Proporsional

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena minta warga hadapi virus corona secara Proporsional

ISTIMEWA
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena saat sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) obat dan makanan di Ball Room Grand Mutiara, Rabu (11/12/2019) 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena minta warga hadapi virus corona secara Proporsional

POS-KUPANG.COM | TARUS - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Melki Laka Lena meminta warga untuk menghadapi persoalan virus corona secara proporsional, tenang, berdasarkan pokok masalah yang terjadi.

Corona ini sebenarnya merupakan satu flu atau demam biasa saja. Virus ini dilihat seperti luar biasa karena belum ditemukan obatnya. Saat ini beberapa negara seperti China, dll tengah berlomba mencarikan obatnya.

HPN 2020 di Kalimantan Selatan, 13 Media Tribun Raih IPMA, Empat Media Raih Gold Winner

Ketua DPD Golkar NTT ini kepada wartawan di sela-sela kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bagi kaum milenial di Desa Mata Air, Sabtu (8/2) mengatakan, Corona ini merupakan virus sehingga kuncinya ada pada ketahanan tubuh yang bagus. Korban dari Corona itu diduga karena daya tahan tubuh tidak bagus.

"Jadi bukan semata-mata virus Corona lalu dia meninggal. Tapi karena dia sudah ada penyakit-penyakit lain lalu adanya virus ini maka daya tubuhnya makin lemah sehingga meninggal," katanya.

Ini yang Dilakukan Manajemen RSIA Dedari Kupang untuk Mencegah DBD

Tapi ini sebagai virus baru dan belum ada obatnya, lanjut Melki, maka membuat orang makin takut. Untuk itu dirinya meminta warga di NTT untuk tidak terlalu termakan berita hoax. Terkait ada warga yang datang dari China, sejauh daerah ini menyiapkan fasilitas penanganan sesuai standar yang ditentukan WHO maka bisa saja.

"Seperti di Natuna yang letaknya jauh dari pemukiman sekian kilometer untuk diisolasi dan observasi beberapa hari dengan fasilitas yang disiapkan, itu tidak ada masalah. Kalau kita tidak miliki fasilitas memang perlu dipertimbangkan agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari," katanya.

Dirinya menambahkan, karena Natuna jadi tempat isolasi warga yang terkena lalu warga setempat mau keluar daerahnya, tentu disayangkan. Bahkan Melki mengatakan, pekan depan dirinya akan memimpin tim akan ke Natuna, agar memastikan bahwa virus ini jangan dilihat begitu menakutkan.

"Bahwa ini penyakit ya. Belum ada obatnya betul, tapi jangan ada ketakutan yang luar biasa. Intinya mengalahkan Corona ini adalah kita sehat, daya tahan tubuh bagus. Kalau terkena maka pengobatan sesuai standar WHO," ujarnya.

Melki menilai persoalan Corona ini merupakan kekuatiran yang berlebihan. Bahkan dia sudah berkomunikasi dengan Menkes bahwa Corona ini sebagai penyakit dan bisa disembuhkan, tapi warga sudah termakan hoax yang cukup banyak.

"Lalu karena ketakutan berlebihan sehingga disampaikan alat deteksi di Indonesia belum ada maka saya tegaskan itu bohong. Kita punya alat deteksi, ada rontgen virus ini semua. Kenapa belum digunakan karena selama ini belum ada yang positif. Waktu raker dengan Menkes disampaikan ada 34 pasien setelah diperiksa ternyata negatif. Jadi ini ketakutan yang berlebihan," kata Melki. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved