Ini Sosok Polwan yang Viral Bripda Yosia yang Berani Menyamar untuk Ungkap Bos Besar PengedarNarkoba

Ini Sosok Polwan yang Viral Bridka Yosia yang Berani Menyamar untuk Ungkap Bos Besar PengedarNarkoba

Editor: Alfred Dama
Facebook
Bripda Yosia Primi Wahyudi 

Ini Polwan yang Viral Bripka Yosia yang Berani Menyamar untuk Ungkap Bos Besar Pengedar Narkoba

POS KUPANG.COM -- Menjadi polisi wanita atau Polwan tidaklah muda ketika harus menjalankan tugas rahasia yang biasanya dilakukan oleh polisi pria

Namun demi tugas seorang polwan berani melakukan ini untuk mengungkap peredaran narkoba

Bridka Yosia Primi Wahyudi (23) berbagi cerita ketika dirinya harus melakukan penyamaran demi bisa membekuk penjahat.

Bripda Yosia menjadi andalan tim reserse narkoba Metro Polres Jakarta Pusat dalam mengungkap kasus narkoba.

Saat ditemui di ruang reserse narkoba Polres Jakarta Pusat, wanita kelahiran Bojonegoro ini menceritakan pengalaman tak terlupakannya saat berusaha menangkap bos narkoba.

Dia bercerita suka duka selama dua tahun menjadi tim pengungkap kasus narkoba.

Wanita berusia 23 tahun ini menceritakan pengalaman kala dirinya menggerebek pabrik produksi ganja yang dikemas menjadi liquid pada Juli 2019 lalu.

 Iqbaal Dylan Ramadhan Jadi Idola Remaja Ternyata Anak Pejabat, Sampai Dikawal 6 Angota Kopassus

Veronica Tan Dipuji Natizen Sebut Semakin Cantik, Eks Ahok Kini Tak Sendiri dan Bakal Nikah Lagi?

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 9 Februari 2020: Scorpio Ada Nyanyian Pujian , Pisces Perpisahan

Inilah 10 Pasangan Artis yang Tidak Menikah atau Kumpul Kebo Tapi Tinggal Bersama dan Punya Anak

KABAR DUKA RIP, Istri Chrisye Yanti Noor IMeninggal Dunia, Ini 4 Fakta Sosok Chrisye

Menurut dia, tak mudah untuk mengungkap kasus narkoba.

Yosia sendiri harus mencari informasi ke berbagai pihak untuk mendapatkan informasi itu.

"Tidak bisa kami (lakukan) penangkapan itu berjalan sehari atau dua hari untuk pengungkapan. Harus sampai beberapa minggu baru keungkap," kata Yosia beberapa waktu lalu.

 Pancingan pakai IG

Awalnya dibuatlah rencana penyamaran untuk mengungkap kasus narkoba

Bahkan, untuk mengungkap kasus itu, Yosia harus menyamar sebagai pembeli ganja.

Saat itu, Yosia menggunakan akun Instagram-nya untuk mengincar pemilik pabrik produksi ganja bermodus liquid vape.

Dari situ semuanya dimulai.

Ilustrasi polwan
Ilustrasi polwan (ist)

“Saya jadi pembeli, lalu alibinya saya pesan dan kemudian saya kepo gitu cari tahu di mana pabrik liquid,” katanya.

Akhirnya, Yosia dan pemilik pabrik mengatur janji bertemu di tempat pembuatan ganja liquid vape di kawasan Jakarta Timur.

Ternyata, bukan hanya satu dua kasus yang diungkap Bripka Yosia.

Selain mengungkap pabrik produk ganja, Yosia juga mengaku pernah terlibat menangkap sepasang suami istri dari Nigeria yang saat itu hendak menyelundupkan sabu seberat 2,6 Kg.

Mengikuti hingga apartemen

Bripka Yosia mengikuti pasangan suami istri ini mulai dari Bandara Soekarno Hatta hingga penginapannya di Apartemen Kelapa Gading.

Kemudian sang istri ditangkap lebih dahulu.

Karena istri sang pengedar sabu sudah ditangkap, tim buru sergap mencari suami yang bersangkutan di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Untuk mengikuti gerak-gerik pelaku itu, Yosia pun menginap di hotel tempat di mana sasarannya hendak diciduk.

Terjebak di toilet

Berbagai aksi dilakukan Yosia di hotel tersebut.

Dia menyelinap ke toilet di kamar pelaku selama seharian.

Itu gara-gara pelaku urung keluar dari kamarnya.

Sebagai manusia biasa, Yosia kala itu sempat mengkhawatirkan keselamatan dirinya.

“Saya kekurung. Takut sebenarnya, takut ketahuan. Pokoknya saya takut mati di situ karena yang saya tangkap bukan orang biasa,” kata Yosia.

Benar saja, Yosia nyaris tepergok di tempat persembunyiannya.

Namun, pelaku mencoba kabur dari hotel hingga akhirnya ditembak mati petugas kepolisian.

Menjadi seorang anggota polisi harus sigap ketika ditugaskan mengungkap suatu masalah.

Bahkan, wajib tak kenal lelah. Ia tak pernah mengeluh meski dirinya harus bergadang demi mengungkap suatu kasus narkoba.

“Saya punya tanggung jawab untuk mengungkap kasus narkoba ya misalnya, ya itu harus saya jalani dengan senang. Toh juga ini passion saya,” kata Yosia.

Apa harapan Yosia?

Dengan menangkap pengedar dan mengungkap kasus narkoba, ia berharap pendistribusian narkoba ke masyarakat semakin berkurang.

“Saya selalu bayangin jika itu menyasar (kasus narkoba) itu ke keluarga atau ke teman saya. Saya tidak akan sanggup lihatnya, maka saya akan terus tangkap para pengedar itu,” tuturnya. (TribunStyle.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Viral Aksi Bripka Yosia Menyamar Jadi Pembeli Ganja Demi Buru Bos Besar Narkoba, https://style.tribunnews.com/2020/02/08/viral-aksi-bripka-yosia-menyamar-jadi-pembeli-ganja-demi-buru-bos-besar-narkoba?page=all.

* Seorang polwan cantik Selingkuh dengan Kanit Polres di Kamar , Dua Kali Selingkuh Digerebek Suami 

Selingkuh merupakan perbuatan tercela yang dilarang sebaik secara hukum maupun agama

Apalagi seorang anggota Polri sangat dilarang untuk melakukan perbuatan amoral atau Berzina, karena sejatinya Polisi merupakan suritauladan bagi masyarakat agar tidak melakukan perbutan yang melawan hukum

Seorang polwan cantik di Bogor tepegok suaminya Selingkuh dan Berzina di sebuah hotel dengan pria yang berprofesi sama di jajaran Polres Bogor.

Ya Polwan berisial Ipda SD tersebut dinyatakan terbukti Selingkuh dengan Polisi laki-laki (Polki) berinisial Ipda DS. Mereka menjabat sebagai kepala di unit di Polres berbeda.

Sedangkan suami Ipda SD adalah seorang pelaut bernisial RAS. 

RAS dua kali memergoki istrinya Selingkuh dengan pria berinisial DS.

Hingga suatu saat, RAS melakukan sidang keluarga terhadap Ipda SD..

Meski mengakui kesalahannya, namun Ipda SD mengulanginya hingga tepergok dari aktivitas check ini di sebuah hotel.

Hal itu membuat RAS marah dan melaporkan ke Polres Bogor. Namun, penyidikan kasus tersebut dihentikan karena dianggap tidak cukup bukti.

Senin (3/2/2020), Ipda SD menjalani sidang etik di Gedung Anyar, Mapolresta Bogor Kota, Senin (3/2/2020).

Sekitar 3 jam lamanya oknum Polwan tersebut mengikuti sidang disiplin karena diduga berselingkuh dengan sesama anggota polisi.

Sidang disiplin atas dugaan perselingkuhan tersebut digelar secara tertutup oleh Bidang Propam Polresta Bogor Kota.

Sidang Disiplin dipimpin Kompol Pahyuni didampingi Kompol Sundarti, dan AKP Komar sebagai anggota majelis hakim.

Dalam persidangan Ipda SD divonis bersalah atas tindakannya berselingkuh dengan anggota polisi lain berinisial DS.

"(Sidang disiplin) Sudah selesai dan (Ipda SD) dinyatakan bersalah," ujar Kompol Sundarti, seorang anggota majelis hakim seusai persidangan kepada wartawan, Senin (3/2/2020).

Ipda SD yang hadir di persidangan menangis selama sidang disiplin itu berlangsung.

Hal itu diungkapkan Mahfuzin Ritonga, selaku kuasa hukum RAS yang merupakan pelapor atau suami Ipda SD.

"Dalam proses itu saya lihat (Ipda SD) menangis terus, sekali-sekali mengusap air mata," kata Mahfuzin Ritonga.

Dalam sidang disiplin ini ada beberapa tuntutan yang dilayangkan kepada Ipda SD, yakni penundaan kenaikan pangkat, teguran secara tertulis, dan penundaan kenaikan gaji.

Majelis hakim, kata dia, menyatakan sikap bahwa Ipda SD terbukti bersalah dan dikenakan sanksi teguran tertulis.

Mahfuzin mengatakan Ipda SD menerima putusan tersebut.

"Menerima dia, sambil menangis, tersedu-sedu," kata Mahfuzin.

Dia menjelaskan bahwa untuk penerbitan salinan putusannya akan dilakukan selama 1 minggu.

Sebelumnya, seorang polisi wanita ( Polwan) di Bogor berinisial SD berpangkat Inspektur Dua (Ipda) diduga terlibat perselingkuhan dengan sesama anggota polisi berpangkat sama berinisial DS asal Riau

Mereka berdua menjabat sebagai kepala unit (kanit) di masing-masing Polres yang berbeda.

Dugaan perselingkuhan tercium oleh RAS (42), suami dari Ipda SD, asal Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor yang berprofesi sebagai pelaut.

Kuasa Hukum RAS, Mahfuzin Ritonga, menceritakan bahwa ada dua kejadian perselingkuhan yang diduga dilakukan Ipda SD.

Pertama berdasarkan hasil cek post, pada 12 Desember 2018, Ipda SD berangkat ke Pekanbaru Riau.

Setelah diintrogasi secara internal keluarga, Ipda SD mengakui perbuatannya telah menemui pria diduga selingkuhannya yakni Ipda DS.

Ipda SD juga membuat surat pernyataan atas perbuatannya itu dan dimaafkan oleh RAS, sang suami.

"Setelah kejadian, barulah proses ini seminggu kemudian, diinterogasi lah sama keluarga dan (saudari Ipda SD) membuat surat pernyataan.

Tapi tidak spesifik, intinya saya tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, seperti itu," ungkap Mahfuzin Ritonga, kepada TribunnewsBogor.com (grup POS-KUPANG.COM), Minggu (2/2/2020).

Namun, Ipda SD rupanya mengulangi perbuatannya itu yang mana kali ini dia bertemu dengan polisi asal Riau itu di Hotel Amaris, Bogor.

Mereka berdua bertemu di hotel tersebut dengan barang bukti cek in 23 Maret 2019 dan cek out 24 Maret 2019 atas nama Ipda SD.

Geram mendapati istrinya kembali mengulangi perbuatannya, RAS pun melaporkan hal ini ke Propam Polresta Bogor Kota.

Propam kemudian menyerahkan kasus ini ke unit reskrim dan melibatkan unit PPA

"Sang suami melapor ke propam lah awalnya, barang bukti sudah diambil semuanya.

Diarahkan lah ke reskrim menbuat SPKT.

Di situ barulah ditangani unit PPA.

Kemudian dari lidik pun sudah menemukan bukti permulaan yang cukup, dinaikin lah ke tahap penyidikan atau sidik," kata Mahfuzin.

Namun, kasus tersebut dihentikan di tingkat penyidikan dengan alasan kurang bukti.

"Di situ bertentangan dengan isi bukti awal yang cukup itu.

Lalu kita ajukanlah pra peradilan, di tahap itu ditolak hasilnya.

Saya tetep berkomunikasi dengan propam tentang sidang disiplin," kata Mahfuzin. 

* Polwan Cantik Jadi Anggota Bhabinkamtibmas

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto, Rabu (27/11/2019), melantik Bripka Maryati Jonggi sebagai anggota Bhabinkamtibmas pertama yang berasal dari polisi wanita (Polwan). 

Polres Metro Jakarta Utara melantik anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) pertama yang berasal dari kalangan polisi wanita (Polwan).

Pelantikan anggota Bhabinkamtibmas dari polwan tersebut dilakukan secara simbolis dengan memasangkan helm dan rompi kepada Bripka Maryati Jonggi di halaman Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (27/11/2019).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pelantikan itu tidak lain untuk mengedepankan kesetaraan gender di lingkungan Polres Metro Jakarta Utara.

"Kita ingin mengangkat polwan kita, supaya adanya persamaan gender," kata Budhi, Rabu (27/11).

Menurut Budhi, selama ini banyak tugas operasional di kepolisian dilakukan polisi berjenis kelamin laki-laki.

Sementara, pimpinan Polri sudah merekrut polwan hingga sampai level perwira.

"Ini adalah langkah Polri untuk mengedepankan persamaan gender, dan tidak mendiskriminasikan lagi antara laki-laki dan perempuan," ucap Budhi.

Selanjutnya Bripka Mariyati Jonggi yang terpilih menjadi satu-satunya Bhabinkamtibmas polwan di wilayah hukum Polda Metro Jaya tersebut akan ditugaskan di wilayah Kelurahan Kelapa Gading Barat.

"Kita harapkan nanti polwan yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas juga punya peran dan kinerja yang sama dengan polki (polisi laki-laki)," ungkap Budhi. (jhs)

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto, Rabu (27/11/2019), melantik Bripka Maryati Jonggi sebagai anggota Bhabinkamtibmas (wartakota)

 Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Ditinggal Suami Melaut, Polwan Cantik Ini Malah Selingkuh di Hotel dengan Kepala Unit Polres

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved