Oknum Polwan 2 Kali Selingkuh dengan Kanit, Nangis Saat Sidang Disiplin, Cek In di Hotel Jadi Bukti

Oknum Polwan 2 Kali Selingkuh dengan Kanit, Nangis Saat Sidang Disiplin, Cek In di Hotel Jadi Bukti

Editor: Alfred Dama
Kompas.com/Puthut Dwi Putranto
Isteri polisi selingkuh dengan dokter 

Oknum Polwan Selingkuh dengan Kanit, Nangis Tersedu-sedu Saat Sidang Disiplin, Cek In di Hotel Jadi Bukti

POS KUPANG.COM -- Perbuatan selingkuh oleh pasanga yang sudah sah menikah bukan saja bentuk melawan  hukum tetapi juga melanggar norma yang ada di masyarakat

Sehingga apapun alasan untuk berbuat selingkuh tidak dibernarkan, apalagi pelaku selingkuh merupakan dua orang yang merupakan anggota kepolisian seperi oknum Polwan dengan jabatan kanit yang berselingkuh dengan oknum polisi yang juga punya jabatan kanit di tingkat Polres

Kepolisian menggelar sidang disiplin terkait kasus dugaan perselingkuhan dua polisi yang digelar di Gedung Anyar, Mapolresta Bogor Kota, Senin (3/2/2020).

Persidangan disiplin itu digelar secara tertutup oleh Bid Propam Polresta Bogor Kota.

Sidang dipimpin oleh Kompol Pahyuni didampingi Kompol Sundarti dan AKP Komar sebagai anggota majelis hakim.

Ahok Disindir Kader Gerindra, Ruhut Sitompul Lawan Politik Stress, Tong Kosng Nyaring Bunyinya

Ramalan Zodiak Besok Kamis 6 Februari 2020: Hari Baik untuk Cancer, Sagitarius Diguncang kontroversi

Dalam persidangan, polisi wanita (Polwan) Ipda SD divonis bersalah atas tindakannya selingkuh dengan polisi lain, Ipda DS asal Riau.

"(Sidang disiplin) sudah selesai dan (Ipda SD) dinyatakan bersalah," ujar Kompol Sundarti, salah satu anggota majelis hakim seusai persidangan kepada wartawan, Senin (3/2/2020), seperti dikutip Tribunnewsbogor.com. Ipda SD yang hadir di persidangan menangis selama sidang berlangsung.

Hal itu diungkapkan oleh Mahfuzin Ritonga, selaku kuasa hukum RAS yang merupakan pelapor atau suami Ipda SD. "Dalam proses itu saya lihat (Ipda SD) menangis terus, sekali-sekali mengusap air mata," kata Mahfuzin.

Dalam sidang disiplin tersebut, ada beberapa tuntutan yang dilayangkan kepada Ipda SD, yakni penundaan kenaikan pangkat, teguran secara tertulis, dan penundaan kenaikan gaji.

Majelis hakim, kata dia, menyatakan bahwa Ipda SD terbukti bersalah dan dikenakan sanksi teguran tertulis. Mahfuzin mengatakan, Ipda SD menerima putusan tersebut. "Menerima dia, sambil menangis, tersedu-sedu," kata Mahfuzin.

Dugaan perselingkuhan tercium oleh RAS (42), suami dari Ipda SD, asal Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor yang berprofesi sebagai pelaut.

Ilustrasi perselingkuhan.
Ilustrasi perselingkuhan. (banjarmasin post group/ nia kurniawan)

Mahfuzin menceritakan bahwa ada dua kejadian perselingkuhan yang diduga dilakukan Ipda SD.

Pertama, berdasarkan hasil cek post, pada 12 Desember 2018, Ipda SD berangkat ke Pekanbaru, Riau.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved