Ketua LAI KGS NTT Bantah Minta Uang Kepada Calon Anggota Dengan Janji Direkrut Masuk TNI

Ketua LAI KGS NTT bantah Minta Uang kepada calon anggota dengan janji direkrut masuk TNI

Ketua LAI KGS NTT Bantah Minta Uang Kepada Calon Anggota Dengan Janji Direkrut Masuk TNI
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu (kedua dari kanan) sedang duduk bersama kedua orang tua diduga korban penipuan dengan modus direkrur jadi anggota TNI 

Ketua LAI KGS NTT bantah Minta Uang kepada calon anggota dengan janji direkrut masuk TNI

POS-KUPANG.COM |SOE - Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Komando Garuda Sakti (KGS) NTT, Melianus Tefa membantah jika pihaknya meminta sejumlah uang kepada calon anggota baru dengan iming-iming akan direkrut sebagai anggota TNI.

Ia menegaskan, tupoksi untuk merekrut anggota TNI ada di tangan institusi TNI bukan Tupoksi LAI KGS.

" Itu informasi tidak benar pak. Kami tidak pernah menjanjikan anggota baru untuk direkrut menjadi anggota TNI lalu minta sejumlah uang," ungkap Melianus kepada POS-KUPANG.COM, Senin (3/2/2020) melalui sambungan telepon.

Keluarga Korban Padati Sidang Putusan Kasus Pembunuhan Alak

Jikalau ada anggota baru yang mendaftar lalu menyetorkan sejumlah uang lanjutnya, hal itu untuk biaya seragam LAI KGS bukan untuk masuk anggota TNI.

Biaya untuk seragam anggota baru pun hanya 8,6 juta bukan 25 juta. Nantinya pada saat akan melakukan pelatihan atau training, barulah anggota baru akan kembali menyetorkan sejumlah uang.

TRIBUN WIKI: Bunga Sakura Khas Sumba Timur Tebar Pesona Berbunga Merah dan Putih

"Itu informasi tidak benar. Kita siap duduk bersama untuk meluruskan masalah ini," ujarnya.

Melianus menegaskan keberadaan LAI KGS adalah legal dan sudah mengantongi ijin dari Kesbangpol. Bahkan dirinya mengundang media dan masyarakat Propinsi NTT untuk menghadiri acara pembukaan pelatihan dan training yang akan digelar pada 6 Maret mendatang di Gor, Oepoi Kupang.

Dalam acara tersebut akan dihadiri ketua umum LAI KGS, Jenderal TNI, Jhony Lubis. Selain itu, acara tersebut juga akan dihadiri oleh Gubernur dan TNI-POLRI.

" Bagi masyarakat yang belum paham tentang LAI KGS silakan 6 Maret datang ke GOR," ajaknya.

Diberitakan POS-KUPANG.COM sebelumnya, Dua warga Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS, Jemi Faot dan Kus Asbanu memberikan sejumlah uang kepada Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Komando Garuda Sakti (KGS) Kupang dengan iming-iming akan direkrut menjadi anggota TNI.

Untuk masuk menjadi anggota TNI, Ormas LAI mematok harga 25 juta per orang.

Hal ini diungkapkan oleh Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu kepada POS- KUPANG.COM, Senin (3/2/2020) melalui sambungan telepon.

Jhon mengatakan, dirinya baru mendengar keberadaan lembaga tersebut. Dirinya kaget saat mengetahui dua orang warganya diduga kuat menjadi korban penipuan dari lembaga tersebut.

Jemi Faot diketahui telah menyetorkan uang sejumlah 8,5 juta kepada LAI KGS. Sedangkan Kus Faot, mengaku sudah menyetor uang sejumlah 15 juta, tetapi tidak ada bukti penyetoran. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved