Salam Pos Kupang

Air di NTT

Ayo mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang hari ini berjudul Air di NTT

Air di NTT
Dok
Logo Pos Kupang

Ayo mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang hari ini berjudul Air di NTT

POS-KUPANG.COM - BMKG memprediksi curah hujan di wilayah NTT minim. Meskipun saat ini sedang musim penghujan. Minimnya curah hujan di beberapa wilayah Nusa Tenggara Timur terjadi akibat tekanan rendah di wilayah pesisir utara Australia atau yang dikenal dengan istilah trough pressure.

Bahwa tekanan rendah di pesisir utara Australia telah berdampak pada minimnya curah hujan. Terlebih lagi di sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Sumba Timur. Bahkan dilaporkan masih mengalami hari tanpa hujan dengan kategori kekeringan ekstrem yang menyebabkan banyak lahan pertanian di wilayah timur Pulau Sumba itu gagal tanam dan masyarakat kesulitan air bersih.

Festival Imlek Kota Kupang Terobosan Menuju Kota Pariwisata

Beberapa daerah yang mengalami kekeringan ekstrem di kabupaten ujung timur Pulau Sumba itu terjadi di wilayah Kecamatan Umalulu dan Pandawai.

Beberapa daerah itu belum turun hujan juga sampai sekarang kendati pun beberapa daerah lainnya di Sumba Timur sudah turun hujan dengan intensitas hujan ringan.

Persoalan air masih menjadi PR besar bagi NTT. Kota Kupang misalnya, sampai saat ini kesediaan air bersih masih ditopang penjualan air bersih oleh tangki-tangki swasta.

PDAM sendiri belum mampu menyediakan air bersih bagi warga Kota Kupang. Belum lagi, tak semua wilayah di Kota Kupang bisa menghasilkan air (sumur maupun bor).

Bongkar Ulah Betrand Peto di Sekolah Habiskan Uang dari Sarwendah, Ruben Onsu Beri Reaksi Tak Biasa

Peningkatan jumlah dan kepadatan penduduk di perkotaan, masalah kemiskinan serta buruknya kemampuan manajerial operator air minum itu sendiri juga ikut menjadi penyebab rendahnya kemampuan penduduk mengakses air bersih yang layak.

Sebuah penelitian oleh Ragu Theodolfi, Ferry WF Waangsir dari Poltekkes Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa masyarakat Kota Kupang menggunakan sumber air yang berasal dari mata air sebanyak 13 buah dan 12 buah sumur bor dengan kapasitas pelayanan mencapai 296,26 Liter/detik.

Proyeksi penduduk Kota Kupang sampai dengan tahun 2030 mencapai
601.263 jiwa dengan kebutuhan air bersihnya mencapai 695,9 Liter/detik. Zona pelayanan air bersihnya dibagi atas 8 zona pelayanan.

Kesimpulannya adalah kapasitas air bersih hingga tahun 2030 belum mencukupi standar rata-rata kebutuhan air bersih untuk masyarakat Kota Kupang. Perlu keseriusan bersama dari kalangan pemangku untuk memikirkan kebutuhan air bersih ini, tak hanya Kota Kupang, tapi seluruh wilayah NTT.

Jika pemerintah pusat sudah membuat waduk-waduk dengan kapasitas besar, sudah selayaknya pemerintah daerah juga menindaklanjutinya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved