Opini Pos Kupang

Festival Imlek Kota Kupang Terobosan Menuju Kota Pariwisata

Mari membaca Opini Pos Kupang berjudul Festival Imlek Kota Kupang terobosan menuju kota pariwisata

Festival Imlek Kota Kupang Terobosan Menuju Kota Pariwisata
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca Opini Pos Kupang berjudul Festival Imlek Kota Kupang terobosan menuju kota pariwisata

Oleh : Theo Widodo, Wakil ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT

POS-KUPANG.COM - Himbauan Wali Kota Kupang agar perayaan Imlek kali ini lebih meriah dan terbuka atau inklusif direspon cepat oleh Camat Kota Lama, Lurah Lahi Lai Bissi Koepan ( LLBK) dan kawan-kawan. Juga oleh warganya.

Ini akan membuka lembaran sejarah baru. Kupang ke depan bisa jadi kota wisata Imlek kedua setelah Singkawang yang mampu menarik ribuan wisatawan setiap tahun dimasa perayaan Imlek. Perayaan akan berlangsung jelang hari terakhir masa perayaan Imlek atau jelang hari kelima belas dalam penanggalan China yang disebut Cap Go Meh.

Malang Benar Nasib Seorang Anak di Sikka, Dihamili Sepupu Kandung Diusir Pula dari Kampung, Duh!

Kenapa Lahi Lai Bissi Koepan yang dipilih? Kenapa bukan yang lain? Karena konon, China Town yang berpenghuni mayoritas Tionghoa sejak dulu inilah cikal bakal Kota Kupang.

Deretan bangunan tua, sisa dermaga beton di muara sungai Kaca yang sudah tertutup retaining wall penangkal banjir, kuburan Belanda Kerkhoff di pesisir pantai, benteng Belanda Concordia yang dibangun dulu untuk menghadang portugis dan sekarang jadi markas batalyon 743, "kelenteng" atau lebih tepat rumah abu Kongsi Lay dan lain lainnya adalah situs sejarah yang tidak bisa dipungkiri.

Kupang berasal dari dua suku kata Koen dan Pan dalam bahasa Helong. Ini suku yang mendiami Kupang barat dan Pulau Semau. Koen yang dalam perkembangan kemudian jadi Koe disingkat dari nama raja Koen Bissi. Pan adalah tempat bagi rakyat yang ingin menemui raja Koen Bissi. Tempat ini dipagari batu alam bersusun empat ke atas. Dua kata ini digabung menjadi KoenPan.

Langgar Peraturan Keimigrasian, Imigrasi Atambua Deportase Dua Warga Timor Leste, Ini Identitasnya

Dalam perkembangan penggunaan bahasa, secara etimologis ucapan Koenpan berubah jadi Koepang yang kemudian berdasarkan ejaan baru jadi Kupang. Untuk menghormati moyang dari raja yaitu Koen Lai Bissi pemerintah Kabupaten Kupang kemudian memberi nama "kampung china" ini dengan Lai Bissi Koepan yang kemudian berubah jadi Lahi Lai Bissi Koepan disingkat LLBK.

Perayaan Imlek bagi etnis Tionghoa punya makna tersendiri. Imlek adalah moment silaturahmi antar sesama kerabat dan kenalan. Saling kunjung mengunjungi laiknya Idul Fitri, Natal, tahun baru Saka, Trisuci Waisak dan lain lain. Tentu juga sambil mohon pertolongan Yang Maha Kuasa. Semoga tahun ini banyak berkat, sehat selalu dan dijauhkan dari mara bahaya.

Disamping itu, dihari baik, bulan baik ini tidak boleh lagi simpan amarah. Apalagi dendam. Yang muda wajib hukumnya mengunjungi yang tua. Minta maaf kalau ada yang salah. Baik disengaja maupun tidak. Anak-anak terima amplop merah (angpao) berisi uang dari orang tua sekaligus nasehat. Yang masih jomblo juga tak ketinggalan. Terima angpao dari yang sudah berkeluarga. Tentu dengan harapan, tahun ini akan dapat jodoh. Atau bersedia dijodohkan. Atau tidak terlalu pilih-pilih lagi pasangan hidupnya. Supaya jelas, tahun depan tidak jadi ledekan dari para senior, kok masih saja terima amplop merah. Orang tua yang sudah sepuh juga penuh sukacita. Dapat angpao dari anak-anaknya yang sudah kerja.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved