Pemuda Tanggung di TTS Bunuh Tetangga
Pelaku Pembunuhan Martinus Diduga Mengalami Gangguan Jiwa
Pemuda tanggung di TTS bunuh tetangga Pelaku pembunuhan Tau Martinus Sao diduga mengalami gangguan jiwa
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
Pemuda tanggung di TTS bunuh tetangga Pelaku pembunuhan Tau Martinus Sao diduga mengalami gangguan jiwa
POS-KUPANG.COM | SOE - Kapolsek Kapan, Iptu I Pande Made Wardika mengatakan, Aje Kristian Naben (18), pelaku pembunuhan Tau Martinus Sao, diduga kuat mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan keterangan dari orang tua pelaku, kepala desa Tunua dan warga sekitar, diketahui jika pelaku selama ini diketahui mengalami gangguan jiwa.
"Ada informasi pelaku mengalami gangguan jiwa. Tetapi masih kita dalami info tersebut. Kita berencana mau membawa pelaku ke RS Jiwa di Kupang guna melakukan tes kejiwaan," ungkap Pande.
• Bupati Don Ingin Pelayanan kepada Pasien di RSD Aeramo Tidak Ada Hambatan
Keterangan yang diberikan pelaku dikatakan Pande, selaku berubah-ubah. Mulai dari Keterangan tanggal lahir hingga alasan mengapa membunuh korban selalu berubah-ubah.
"Saya dan anggota sudah coba interogasi pelaku tetapi jawaban berubah-ubah. Ada dugaan pelaku mengalami gangguan jiwa. Tetapi hal itu harus dibuktikan melalui tes kejiwaan," jelasnya.
• Bersiap, Mulai 1 Februari Deretan Smartphone ini Tak Bisa Akses WhatsApp Lagi, Cek Handphone Kamu
Sepron Naben, orang tua pelaku membenarkan jika pelaku mengalami gangguan mental. Pelaku sempat mengenyam bangku pendidikan, tetapi dikeluarkan karena alasan gangguan mental.
"Anak saya itu (pelaku) memang dari dulu ada gangguan mental. Dia sekolah naik kelas juga guru kasihan saja. Hingga akhirnya dia dikeluarkan," sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, Aje Kristian Naben (18) remaja tanggung asal Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, tega menghabisi nyawa Tau Martinus Sao (50) dengan menggunakan sebilah pisau, Kamis (30/1/2020) malam.
Aje menghabisi nyawa korban dengan cara menikam perut korban dengan sebilah pisau hingga perut korban mengalami luka robek.
Korban yang sempat dibawa ke Puskesmas Kapan, lalu dirujuk ke RSUD Soe tak berhasil diselamatkan.
Akibat mengalami luka parah pada bagian perut, dan kehilangan banyak darah, akhirnya korban meninggal di RSUD Soe.
Kalvin Saut, keluarga korban yang ditemui POS- KUPANG.COM, Jumat (31/1/2020) di ruang jenazah mengatakan, dirinya tak mengetahui persis alasan pelaku tega menghabisi nyawa korban.
Dirinya hanya mengetahui jika sebelum menghabisi nyawa korban, pelaku baru selesai memberi makan sapi. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pelaku-pembunuhan-martinus-diduga-mengalami-gangguan-jiwa.jpg)