BP Jamsostek Beri Perlindungan Untuk Petani

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Provinsi NTT melakukan sosialisasi kepada petani di Desa Nulle, TTS

BP Jamsostek Beri Perlindungan Untuk Petani
ISTIMEWA
Kegiatan sosialisasi program BP Jamsostek di Desa Nulle, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (25/1/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG  - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan sosialisasi di Desa Nulle, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, Sabtu (25/1).

Kehadiran BP Jamsostek disambut antusias oleh tokoh masyarakat dan warga setempat yang mayoritas petani. Sosialisasi tersebut dibawakan oleh Account Representatif Wanda Setiawan dan Account Representatif Khusus BP Jamsostek Cabang NTT Juni Kenedi. Hadir pula Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan sebagai bentuk motivasi dan dukungan terhadap masyarakat petani dan BP Jamsostek yang memberikan perlindungan kepada petani.

"Para petani tergolong pekerja bukan penerima upah adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut," Juni Kenedi dalam rilis yang diterima dari Public Information Service BPJS Ketenagakerjaan Cabang NTT, Rival Setiyandara, Selasa (28/1).

Perwira TNI Dibimbing Lapor SPT Tahunan

Capaian Kinerja Pajak di NTT 90,33 Persen

Ia menegaskan, setiap pekerja memiliki hak yang sama untuk dilindungi terhadap resiko sosial ekonomi yang diakibatkan dari pekerjaannya baik pekerja formal dan informal, termasuk para petani di Desa Nulle.

Menurutnya para pekerja mandiri dapat terlindungi kedalam program BP Jamsostek melalui pekerja bukan penerima upah (BPU).

"Pekerja Bukan Penerimah upah adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut," jelasnya.

Ia menjelaskan agar petani mendapat jaminan kecelakaan kerja maka harus bergabung dengan jamsostek tenaga kerja. Dengan iuran sebesar Rp16.800 per bulan, para petani sudah terlindungi dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), dan itupun sudah banyak sekali manfaatnya.

Menurutnya, JKK merupakan jaminan yang memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja pada saat berangkat bekerja sampai tiba kembali di rumah atau menderita penyakit yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Sementara itu, JKM diperuntukan bagi ahli waris tenaga kerja peserta BP Jamsostek yang meninggal dunia bukan karena kecelakan kerja dengan besaran santunan Rp42 juta. Menurutnya JKM diperlukan untuk membantu meringankan beban keluarga dalam bentuk biaya pemakaman dan uang santunan.

Sosialisasi dihadiri artis ibukota Jhon Seme yang telah belajar berbagai teknologi pertanian di berbagai daerah dengan pola pertanian modern, tepat guna memanfaatkan potensi desa dengan segala kearifan lokalnya, pola tanam menggunakan pupuk organik. (Laporan Reporter Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved