Salam Pos Kupang

Apresiasi Pengadaan Blanko e-KTP

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul Apresiasi Pengadaan Blanko e-KTP

Apresiasi Pengadaan Blanko e-KTP
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul Apresiasi Pengadaan Blanko e-KTP

POS-KUPANG.COM - KITA memberi apresiasi kepada Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore yang telah berkomitmen memperbaiki pelayanan e-KTP di kota ini. Selama ini masih banyak warga kota ini belum memiliki e-KTP.

Selain, keteledoran masyarakat yang tak mengurusnya juga karena pelayanan yang belum maksimal pada instansi teknis. Bukan pula menjadi kesalahan total para ASN ini. Seribu satu alasan selalu menjadi kendala ketika warga sudah mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Kupang.

Tanam-Siram-Tumbuh-Panen (Kajian dari sisi Filsafat Pembangunan)

Misalnya, mesin mengalami kerusakan, blanko habis dan masih banyak lagi argumentasi yang senada dari waktu ke waktu. Alasan-alasan itu sungguh membosankan.

Melihat masih sekitar 40 ribu warga kota yang belum memiliki e-KTP, Wali Kota meminta dinas teknis untuk memberi pelayanan satu kali 24 jam. Ditunjang dengan anggaran Rp 200 juta untuk pengadaan blanko e-KTP, Wali Kota meminta agar tiga bulan ke depan seluruh warga kota ini sudah memiliki e-KTP.

Sesuatu yang positif. Kita berharap pada tiga bulan ke depan persoalan kepemilikan e- KTP sudah tuntas. Sejak hari Senin (27/1), Dukcapil sudah melakukan pelayanan secara total satu kali 24 jam. Ini merupakan obat mujarab bagi masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan e-KTP. Ada yang sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan meski sudah melakukan perekaman.

Yasukda Adakan Workshop Pemantapan Dasar Penyelenggaraan STIPER Flores Bajawa

Karena itu, imbauan Kadis Dukcapil, Agus Ririmase agar masyarakat sendiri mendatangi kantornya untuk mengurus e-KTP. Jangan melalui RT/RW atau pihak lain karena membuka peluang terjadi korupsi kecil-kecilan.

Apa yang disampaikan Kadis Dukcapil ini sebagai hal positif yang patut dibenahi. Selama ini begitu banyak calo yang setiap hari "stor muka" di Dukcapil atau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk mengurus e-KTP atau berbagai surat perizinan usaha.

Mereka menawarkan jasa. Sikap sosial ini sesungguhnya baik, namun tidak mendidik. Jika masyarakat sendiri datang ke instansi untuk mengurus secara langsung ia mendapatkan banyak hal. Misalnya, dana tak keluar banyak; kedua, mengetahui secara detail tentang proses pengurusan dan ketiga, membangun komunikasi dengan ASN yang menangi e-KTP atau surat izin yang lainnya.

Karena itu kita menyambut baik sikap tegas Kadis Dukcapil yang mulai memberantas para calo yang sudah bertahun-tahun menjadikan itu sebagai lahan garapan.

Kita juga berharap pihak Dukcapil berlaku tegas, seperti wajib menolak pengurusan e- KTP bila diwakili. Pemilik e-KTP wajib menandatangi administrasi pengurusan di kantor itu. Jika Dukcapil sudah memulainya kita berharap dinas-dinas lain dengan tegas menolak para calo itu. Selama ini, seakan para calo itu tiap hari "berkantor" di beberapa instansi di Kota Kupang. Rasanya para kepala dinas dan ASN sudah tahu dan mengenal siapa-siapa yang saban hari stor muka di beberapa intansi itu.

Untuk memulai sesuatu yang baik terkadang mengalami hambatan-hambatan. Tapi, jika dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh harapan itu akan tercapai. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved