Yasukda Adakan Workshop Pemantapan Dasar Penyelenggaraan STIPER Flores Bajawa

untuk mendukung dan mempercepat proses perkuliahan di STIPER FB, dirinya akan melibatkan semua perangkat daerah di Kabupaten Ngada.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ISTIMEWA
Suasana saat Yasukda Ngada mengadakan workshop pemantapan dasar Penyelenggaraan Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) di Aula Yasukda Ngada Kota Bajawa, Senin (27/1/2020). 

Yasukda Adakan Workshop Pemantapan Dasar Penyelenggaraan STIPER Flores Bajawa

POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Yasukda Ngada mengadakan workshop pemantapan dasar penyelenggaraan Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB).

Siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM, Rabu (29/1/2020) menyebutkan, kegiatan tersebut digelar Senin, 27 Januari 2020 di Aula Yasukda Ngada.

Ketua Yasukda Ngada, RD. Sil Betu menjelaskan pendirian STIPER FB merupakan inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Ngada untuk menjawabi kebutuhan akan pendidikan tinggi khususnya di bidang pertanian.

Menurut Mantan Pastor Paroki Santo Yoseph Laja ini, Yasukda menjadi Yayasan yang akan mengelola lembaga pendidikan ini bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ngada sebagai pencetus pendidirian STIPER FB.

Rd. Sil menjelaskan, saat ini segala proses perijinan untuk pendirian lembaga pendidikan ini telah memasuki tahap-tahap akhir dan diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama STIPER FB segera beroperasi.

Rd. Sil mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak atas usaha pendirian lembaga pendidikan ini.

Sementara itu Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa menegaskan bahwa pada beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Ngada dihadapkan pada tiga persoalan yang menjadi perhatian serius.

Ketiga persoalan itu yakni masalah Bank NTT, masalah perbatasan Kabupaten Ngada, Nagekeo dan Manggarai Timur dan juga persoalan Undana. Untuk masalah Bank NTT dan perbatasan melalui sejumlah upaya akhirnya dapat diselesaikan, sedangkan masalah Undana hingga saat ini terus diupayakan solusinya.

Menurut Bupati, Pemerintah telah menemukan solusi persoalan Undana yaitu dengan mendirikan lembaga pendidikan yang saat ini sedang diperjuangkan yakni Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa atau STIPER FB yang pada awalnya direncanakan bernama Institut Pertanian Flores Bajawa.

Pemerintah menggandeng Yasukda Ngada untuk menyelenggarakan proses perkuliahan mengingat secara aturan untuk penyelenggaraan pendidikan tinggi harus dikelola oleh sebuah Yayasan.

Untuk itu, terima kasih kepada Yasukda yang bersedia menjadi pengelola lembaga pendidikan ini.

Dikatakan Bupati Ngada, untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi di STIPER FB Bajawa, Pemerintah Kabupaten Ngada mengalokasikan anggaran sebesar 4 miliard melalui APBD Kabupaten Ngada pada tahun anggaran 2020.

Pemerintah juga menyiapkan gedung dan lahan yang ada di Padhamaleda Turekisa yang dapat dipinjam pakai untuk kegiatan awal perkuliahan bagi para mahasiswa dan diharapkan pada tahun ajaran 2020 sudah dapat beroperasi.

Ia mengaku, untuk mendukung dan mempercepat proses perkuliahan di STIPER FB, dirinya akan melibatkan semua perangkat daerah di Kabupaten Ngada.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved