Hamili Anak Tiri, Seorang Ayah Di TTS Terancam Di Penjara 15 Tahun

setelah tega menghamili bunga (nama yang disamarkan, gadis berusi 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA.

Hamili Anak Tiri, Seorang Ayah Di TTS Terancam Di Penjara 15 Tahun
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH 

Hamili Anak Tiri, Seorang Ayah Di TTS Terancam Di Penjara 15 Tahun

POS-KUPANG. COM|SOE -- Seorang Ayah warga Desa Babuin, Kecamatan Kolbano berinisial AB (60) terancam hukuman penjara 15 tahun atau denda 5 miliar setelah tega menghamili bunga (nama yang disamarkan, gadis berusi 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA. Akibat perbuatan pelaku, saat ini korban telah berbadan dua.

Kapolres TTS, AKBP Ariasandy, SIK yang dikonfirmasi pos kupang.com melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH membenarkan kasus persetubuhan anak di bawah umur tersebut. Saat ini, pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka di jerat dengan Pasal 81 ayat (2) UU No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia Nomir 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

" Pelaku yang merupakan ayah tiri korban telah kita amankan dan sudah kita tahan di Mapolres TTS," ungkap Jamari.

Terkait kronologi kejadian dijelaskan Jamari, Kasus persetubuhan anak dibawah umur ini bermula pada bulan Mei 2019. Memanfaatkan situasi rumah yang sepi karena ibu korban sedang pergi ke rumah tetangga, pelaku langsung memaksa korban untuk melayani napsu bejatnya. K

orban yang kalah tenaga untuk melawan pelaku hanya bisa pasrah saat kegadisannya diambil sang ayah tiri.

" Pelaku memperkosa korban saat rumah sedang sepi. Usai melampiaskan napsu, pelaku mengancam korban agar tidak boleh menceritakan kejadian tersebut," ungkap Jamari.

Ternyata, kejadian bulan Mei bukanlah kejadian yang terakhir. Pelaku justru semakin menjadi. Setiap rumah sepi, pelaku terus memaksa korban melayani napsu bejatnya.

Kepada korban, pelaku menjanjikan akan membiayai kuliah korban hingga perguruan tinggi. Selain itu, setiap kali berhubungan badan, pelaku memberikan uang tutup mulut kepada korban.

Hubungan badan yang dilakukan berkali-kali akhirnya berbuah kehamilan.

Korban tak bisa menyembunyikan lagi perbuatan bejat sang ayah tiri. Pasalnya, perut korban terus membesar.

Melihat perut anaknya yang terus membesar, ibu korban pun menaruh curiga. Setelah didesak akhirnya korban mengakui jika dirinya tengah hamil dan anak yang tengah dikandungnya merupakan hasil perbuatan bejat sang ayah tiri.

Jawaban Menohok Karni Ilyas Dituding Berpihak ILC TV One Dipaksa Kupas Kerja Anies Baswedan, Monas?

"Ibu korban yang datang melaporkan kasus ini. Dari keterangan korban, diketahui jika ayah tiri korban yang telah menghamilinya," pungkas Jamari. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved