Peduli Kebersihan, Dua Remaja Venan dan Kosmas Pungut Sampah di Gua Maria Wolosabi

Peduli kebersihan, dua remaja Venasius Egho dan Kosmas Aja pungut sampah di Gua Maria Wolosabi

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Anak Hobokole saat pungut sampah di Gua Maria Wolosabi Desa Wolowea Barat Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, Senin (27/1/2020). 

Peduli kebersihan, dua remaja Venasius Egho dan Kosmas Aja pungut sampah di Gua Maria Wolosabi

POS-KUPANG.COM | MBAY - Venasius Egho (13) dan Kosmas Aja (15) merupakan warga Hobokole Desa Wolowea Barat Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo.

Anak tersebut tampak memungut sampah di kawasan wisata Gua Maria Wolosabi Desa Wolowea Barat.

Gua tersebut merupakan berada diwilayah Paroki St.Yoseph Raja Stasi Wolowea.

DBD Tertinggi di Puskesmas Magepanda, Dinkes Sikka Kerahkan Enam Perawat dan Petugas Laboratorium

Warga Desa Wolowea Barat biasa menyebut kawasan Gua itu Gua Maria Imaculata Wolosabi Stasi Wolowea.

Venan dan Kosmas tampak semangat mengumpulkan sampah yang berserakan.

"Kita bersihkan saja. Karena ini tempat doa kita juga," ujar Venan, Senin (27/1/2020).

Venan menyarankan agar di kawasan itu disediakan tempat sampah. Sehingga jika ada sampah ditempatkan pada tempat yang telah disediakan.

Pemkab Sikka Anggarkan Rp 2 Miliar Danai KLB DBD

"Kami sengaja pungut sampah supaya esok lusa tidak lagi buang disini. Ini juga sampah karena daun pohon yang berjatuhan," ujar dia.

Sementara Kosmas mengaku senang dan peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Setiap hari jika ada waktu kosong dirinya dan berapa teman sering memungut sampah.

"Saya dan teman pungut sampah supaya kawasan ini bersih," ujar dia.

Sebelumnya, POS-KUPANG.COM, Minggu (26/1/2020) mengunjungi kawasan tersebut.

Saya ditemani warga Kampung Hobopadu Desa Wolowea Barat yaitu, Jimi, Franci, Arman, Yosep dan Agustinus.

Perjalanan dari jalan trans Bajawa-Ende hanya 10 menit saja, bisa menggunakan sepeda motor dan juga berjalan kaki sambil menikmati pesona alam yang sangat indah dengan udara yang sangat sejuk.

Jalan menuju kesana sangat bagus karena sudah dikerjakan beberapa waktu yaitu berupa rabat beton oleh pemerintah Desa Wolowea Barat.

Sekitar pukul 09.00 Wita kami tiba di Gua Maria Wolosabi. Sebelum berdoa, kami mengamati kawasan itu dan memang sangat indah.

Pepohonan yang rimbun dan tanaman pertanian milik warga seperti kemiri, jambu mente, pohon mangga, kelapa serta tanaman pertanian lainnya ada disana.

Gua tersebut sangat indah. Struktur batuan yang dirancang menjadi menarik karena berbentuk batu ukiran dan diberi warna pink campur warna coklat.

Kawasan itu juga sangat luas. Disekitar Gua Maria tampak ditanami bunga-bunga indah dan tumbuh subur. Selain itu, disana tampak sejumlah pohon Beringin yang cukup rimbun tepat didepan Gua Maria.

Bangku untuk tempat duduk para peziarah disediakan disana yang terbuat dari bambu. Bambu sekitar kawasan itu sangatlah banyak.

Warga setempat biasa menggunakan bambu tersebut sebagai atap atau tempat duduk saat acara atau hari raya besar di sana.

Warga Hobopadu, Agustinus, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, Gua Maria tersebut selesai dibangun tahun 2018 lalu. Selama ini sudah banyak orang datang berkunjung.

Setiap ada perayaan hari raya besar Katolik biasa diadakan di Gua Maria.

"Sudah sering ada perayaan misa ditempat ini. Beberapa waktu lalu umat se Paroki St. Yosep Raja ikut perayaan misa disini, waktu hari raya Kristus Raja," ungkap Agustinus.

Agustinus mengatakan akses jalan menuju Gua Maria Wolosabi sangat startegis. Bisa melintas lewat jalur Okiboka kalau dari arah Bajawa, Boawae dan bisa melalui Kampung Hobopadu jika melintas dari arah Ende.

Jarak tempuh dari jalan trans Flores Bajawa-Ende hanya 10 menit saja. Bisa jalan kaki dan bisa membawa kendaraan bermotor.

"Kalau dari Boawae bisa lewat Okiboka hanya 10 menit saja. Juga dari Hobopadu bisa lewat jaraknya tidak jauh juga hanya 10 menit saja," ujar Agustinus.

Warga Hobopadu lainnya, Jimi, mengatakan jika kawasan itu ditata lagi pasti akan bagus. Memang sekarang belum tapi kedepan kawasan itu sangat ramai. Karena kawasan itu sangat strategis dekat dengan jalan raya.

"Setiap mulai awal bulan Rosario bulan Mei dan Oktober biasanya ditempat ini diadakan misa baik pembuka maupun misa penutup," ujar Jimi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved