Digigit Ular Berbisa, Ini yang Harus Dilakukan
kebersihan rumah dan lingkungan harus diperhatikan. Semak belukar dan pohon yang menjalar ke rumah harus dibersihkan.
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
"Jadi, kalau orang yang tidak biasa, malah membunuh, itu sebenarnya berbahaya. Orang sekitar harus menjauhkan diri, dan kalau memang itu di rumah, kalau bisa panggil tim pemadam kebakaran, atau pawang ular yang dikenal, akan tetapi jangan berusaha menangkap sendiri," paparnya.
Untuk pencegahan, lanjut Aji, kebersihan rumah dan lingkungan harus diperhatikan. Semak belukar dan pohon yang menjalar ke rumah harus dibersihkan.
Menurutnya, keadaan rumah yang kurang memperhatikan kebersihan, bahkan terdapat hewan pengerat seperti tikus dapat menjadi pemicu adanya ular, sebab tikus sendiri merupakan hewan buruan ular.
"Dia (ular) suka lembab dan lubang. Atau ada tikus misalnya, Kalau ada mangsa maka ular senang di situ. Jadi kalau rumah ada tikus, maka harus diperhatikan sehingga tidak ada ular," jelasnya.
Diakuinya, rantai makanan dalam ekosistem yang putus di mana pemangsa alami ular seperti elang dan lainnya yang hampir punah mengakibatkan populasi ular pun bertambah.
• Ramalan Shio Tahun 2020: Shio Harimau Butuh Kerja Keras, Shio Ayam Sukses, Shio Babi Akan Bahagia
• Teddy Sebut Didatangi Mendiang Lina Lewat Mimpi, Eks Sule Lakukan Hal ini
"Masyarakat harus berhati-hati karena saat ini merupakan musim hujan, biasanya musim hujan lebih cepat berkembang biak sehingga harus selalu waspada, semak-semak harus dibersihkan dan jangan suka berburu hewan liar," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/drh-aji-winarso-msi.jpg)