Singa Lompat dan Terkam, Warga Oesapa Kota Kupang Histeris
Dua ekor Singa melompat dan menerkam, warga Oesapa Kota Kupang berteriak histeris
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
Dua ekor Singa melompat dan menerkam, warga Oesapa Kota Kupang berteriak histeris
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dia atas tiang-tiang setinggi kurang lebih dua meter, penari Tarian Singa (Lion Dance/Barongsai) tampak enteng menari-nari.
Warga yang menyaksikan atraksi tersebut berteriak histeris tatkala Barongsai melompat bak singa yang siap menerkam mangsanya, dari satu tiang ke tiang lainnya.
• 30 Januari, Penyidik Polres TTS dan BPKP Ekspos Kasus Korupsi Pembangunan RSP Boking
Barongsai menari dan melompat seturut deru tambur, simbal dan gong. Ada dua Barongsai (merah dan kuning) yang dipertontonkan di Jl. Timor Raya Oesapa, Kota Kupang dalam rangka memeriahkan Imlek atau Tahun baru China 2571 yang jatuh pada Sabtu 25 Januari 2020.
Pertunjukan ini digelar oleh Nam Group. Selain atraksi Barongsai, pihak Nam Group juga membagi angpao kepada ratusan anak yatim. Pertunjukan Barongsai dan bagi Angpao ini rutin dilakukan oleh Nam Group setiap parayaan Imlek.
Warga yang hadir tampak antusias menyaksikan atraksi Barongsai. Mereka berdesakan mengelilingi arena pertunjukan, sambil mengambil gambar dengan kamera ponsel.
• Antoni N Susanto: Makna Imlek 2571 Ditandai Dengan Berdoa
"Pertunjukan Barongsai ini sangat luar biasa, saya merasa takut tapi juga senang, melihat aksi-aksi Barongsai. Saya berharap tahun depan atraksi Barongsai ini dilakukan di tempat yang lebih luas, supaya warga lebih leluasa menonton, karena ini sangat menarik dan orang senang lihat ini," ungkap Rifka salah seorang warga.
Pemilik CV. Nam, Leonard Antonius diwawancarai POS-KUPANG.COM, usai atraksi Barongsai sambil tersenyum mengaku ia sangat gembira rangkaian acara memeriahkan Imlek dapat berjalan dengan lancar dan aman.
"Kegiatan semacam ini memang rutin kita laksanakan setiap tahun, tahun ini yang ke sepuluh di Kota Kupang," ungkapnya.
Terkait lokasi pertunjukan Barongsai, Leonard katakan, ke depan dipikirkan lagi, mengingat setiap tahun minat warga menyaksikan atraksi Barongsai terus meningkat.
"Kita akan pikirkan lagi, kita pilih lokasi yang lebih luas. Yah kita lihat, dari tahun ke tahun makin banyak warga yang datang menonton, jadi ke depan kita akan pilih dan laksanakan di lokasi yang lebih luas," ungkapnya.
Yusuf Alfarusi, pelatih Barongsai yang didatangkan dari Semarang mengaku latihan untuk pertunjukan tersebut menghabiskan waktu kurang lebih dua minggu. Menurutnya, tidak mudah untuk menjadi penari Barongsai.
"Harus disiplin, kuat, lincah, bisa bekerja sama dan berani. Hari ini kita mainkan, dua Barongsai, satunya dimainkan oleh orang dari luar NTT dan dan satunya lagi oleh orang NTT sendiri," jelasnya.
Pria yang sudah sejak kecil menggandrungi Barongsai ini mengaku, ia seringkali berkeliling ke sejumlah daerah di NTT untuk training tarian Barongsai.
Ia berharap masyarakat tidak hanya senang menyaksikan Atraksi Barongsai tetapi juga mau mencoba dan mengembangkan Barongsai di Kota Kupang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/singa-lompat-dan-terkam-warga-oesapa-kota-kupang-histeris.jpg)