Lihat Jejak Orang Tionghoa dalam Penyebaran Islam di Pulau Jawa

Penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, rupanya tidak bisa dilepaskan oleh peran orang-orang Tionghoa

Lihat Jejak Orang Tionghoa dalam Penyebaran Islam di Pulau Jawa
KOMPAS.com/Kristianto Purnom
Suasana Kompleks Makam Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (1/7/2014). Sebagai salah satu anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati memiliki peran penting dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, rupanya tidak bisa dilepaskan oleh peran orang-orang Tionghoa.

Dikutip dari buku "Tionghoa dalam Pusaran Politik" (2003) yang ditulis Benny G Setiono, jejak orang Tionghoa dalam penyebaran Islam terbongkar pada 1928 ketika tulisan-tulisan Tionghoa yang tersimpan di Kelenteng Sam Po Kong dirampas Residen Poortman.

Kala itu, Residen Poortman merampas 3 gerobak berbagai catatan berbahasa Tionghoa yang menceritakan peran orang Tionghoa dalam menyebarkan agama Islam dan membentuk kerajaan-kerajaan Islam di Jawa.

Jalan Nasipanaf Buruk, Ibu-ibu Bonceng Anak Sekolah Sering Jatuh

Salah satu kerajaan yang dimaksud adalah Kerajaan Islam Demak yang dirajai oleh Raden Patah alias Jin Bun. Kelak, Kerajaan Islam Demak ini menjadi cikal-bakal Kerajaan Mataram.

Dalam bukunya, Benny menuliskan bahwa beberapa Walisongo juga mempunyai darah Tionghoa.

Di antaranya adalah Sunan Ngampel yang bernama asli Bong Swi Hoo alias Raden Rachmat.

Bong Swi Hoo disebut berasal dari Yunnan dan cucu penguasa tinggi di Campa, Bong Tak Keng. Bong Swi Hoo datang ke Jawa tanpa istri pada tahun 1447.

Dua Bulan Hilang, Pelajar SMA Ditemukan Jadi Tengkorak, Ini Identitasnya

Ia kemudian menikah dengan Ni Gede Manila, anak perempuan Gan Eng Cu, seorang kapten Tionghoa yang berkedudukan berkedudukan di Tuban.

Logam Bong Swi Hoo dan Ni Gede Manila kemudian mempunyai seorang anak bernama Bong Ang yang kelak dikenal sebagai Sunan Bonang.

Sunan Ngampel dan Sunan Bonang juga mempunyai keterkaitan dengan Jin Bun. Pada seorang kapten Tionghoa Gan Si Cang memohon kepada Bupati Semarang Kin San untuk ikut menyelesaikan pembangunan Masjid Agung Demak.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved