PMKRI Kefamenanu Gelar Demo Menyoal Kasus Dugaan Pemukulan Terhadap Oswin Goleng

Aktivis PMKRI Kefamenanu gelar Demo menyoal kasus dugaan pemukulan terhadap Oswin Goleng

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Perwakilan dari PMKRI Cabang Kefa berdialog dengan Kapolres TTU di lobi utama polres setempat, Kamis (23/1/2020). 

Aktivis PMKRI Kefamenanu gelar Demo menyoal kasus dugaan pemukulan terhadap Oswin Goleng

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ( PMKRI) Cabang Kefamenanu kembali menggelar aksi demontrasi menyoal dugaan kasus pemukulan terhadap Ketua PMKRI Cabang Kupang Oswin Goleng oleh anggota Polres Kota Kupang, Brigpol Polce Adu beberapa waktu lalu.

Berdasarkan Pantauan langsung Pos Kupang dilapangan, Kamis (23/1/2020), puluhan mahasiswa tersebut memulai aksi demontrasi dengan melakukan long marc dari Margasiswa PMKRI Cabang Kefamenanu menuju ke Mapolres TTU.

Pemerintah Desa Siru Manggarai Barat Tertibkan Ternak Kambing yang Berkeliaran Bebas

Sesampainya di Mapolres TTU, para mahasiswa katolik tersebut langsung melakukan orasi. Sekitar satu jam melakukan orasi, enam orang perwakilan mahasiswa lalu diarahkan untuk menemui Kapolres TTU, AKBP. Nelson Filipe Diaz Quintas. Mereka kemudian berdialog bersama dengan orang nomor satu di Polres TTU itu.

Komisariat Daerah (Komda) Regio Timor, PMKRI St. Thomas Aquinas, Yohanes Naihati mengungkapkan bahwa, sebagai sesama warga dari perhimpunan, merasa terpanggil untuk menyuarakan persoalan tersebut.

Imlek di Ende Diisi Dengan Perayaan Misa

Karena menurutnya, aparat penegak hukum semestinya menjadi pengayo dan pelindung bagi seluruh masyarakat. Bukan sebaliknya melakukan tindakan premanisme kepada masyarakat.

"Maka kami minta lewat Polres TTU, kami memberikan pernyataan sikap dan tuntutan kami ini untuk kemudian di kirim ke Polda NTT supaya menindak tegas oknum polisi Polce Adu," ungkapnya.

Mantan Ketua PMKRI Cabang Kefamenanu itu juga meminta kepada Kapolda NTT supaya, oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap Ketua PMKRI Cabang Kupang, Oswin Goleng dipecat sehingga ada efek jera kedepannya.

"Sehingga kasus semacam ini tidak terjadi lagi kedepannya. Dan segala tindakan anarkis terhadap rakyat sipil dari aparat penegak hukum, khususnya di provinsi NTT ini tidak terjadi lagi," ungkapnya.

Menanggapi pernyataan sikap dari anggota PMKRI Cabang Kefa, Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti permintaan dari mahasiswa tersebut dengan menyurati Kapolda NTT. Dengan menyurati Kapolda NTT, maka tuntutan dari PMKRI Cabang Kefamenanu dapat ditindaklanjuti.

"Kita buat surat ke Polda, supaya pernyataan sikap dari rekan-rekan kita bisa difasilitasi. Jadi nanti saya kirim ke Polda untuk agar bisa ditindaklanjuti oleh Kapolda," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved