Polres Belu Amankan Pemuda Pemilik Sajam Modifikasi

besi penyangga pada talinya. Atas kepemilikan senjata tajam tersebut, Kun ditetapkan sebagai tersangka.

Polres Belu Amankan Pemuda Pemilik Sajam Modifikasi
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Senjata tajam milik tersangka Kun yang diamankan polisi di Polres Belu saat ditunjukan kepada wartawan, Selasa (21/1/2020). 

Polres Belu Amankan Pemuda Pemilik Sajam Modifikasi

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Warga Atambua, Kabupaten Belu Fitrayanto Kunekin alias Kun (20) diamankan polisi Polres Belu karena memiliki senjata tajam (sajam) berbahaya.

Kun memiliki enam buah anak panah ambon hasil modifikasi beserta dua unit ketapel yang telah dilengkapi dengan besi penyangga pada talinya. Atas kepemilikan senjata tajam tersebut, Kun ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Belu AKBP Cliffry Steiny Lapian melalui Kasat Reskrim AKP Sepuh Siregar kepada wartawan, Selasa (21/1/2020) menjelaskan, ketika Piket Sabhara melaksanakan patroli malam menemukan adanya aktivitas tersangka Kun bersama beberapa temannya sedang meneguk miras di depan salah satu toko yang berada di dalam komplek Pasar Baru Atambua.

Beberapa saat kemudian, lanjut Siregar, para petugas piket Sabhara mencoba mendekat tersangka dan menggeledah badan dari Kun dan beberapa temannya. Saat penggeledaan badan, Kun langsung melempar sebuah tas kecil berwarna cokelat dari posisinya dengan maksud meloloskan dari pemeriksaan aparat.

Namun usahanya itu justru menimbulkan kecurigaan petugas dan petugas langsung memungut tas tersebut kemudian menggeledah isinya. Setelah digeledah ditemukan
senjata tajam modifikasi seperti anak panah ambon dan katapel. Setelah ditanya, beberapa rekan dari Kun menyampaikan bahwa barang tersebut adalah milik Kun. Dari informasi itu, polisi mengamankan Kun di Polres Belu.

"Saat mengetahui isinya, petugas menanyakan pemilik barang tersebut, dan beberapa orang yang diamankan menunjuk tersangka Kun sebagai pemilik sajam modifikasi ilegal tersebut, sehingga petugas langsung mengamankannya ke Polres Belu guna menjalani pemeriksaan lanjutan," jelas Siregar.

Lanjut Siregar, dari hasil perkembangan penyidikan, tersangka Kun mengakui memiliki sajam modifikasi tersebut. Ia menggunakan sajam dengan tujuan untuk membela dirinya saat kondisi darurat atau teracam.

Pengakuan tersangka, ia merakit sendiri anak panah ambon menggunakan besi beton dan paku. Anak panah tersebut sangat tajam.

Menurut Siregar, tersangka merakit senjata tajam lalu membawa sejam tersebut dalam aktivitasnya setiap hari. Hal ini dapat membahayakan orang lain dan memiliki konsekwensi hukum.

Atas perbuatanya itu, tersangka Kun dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Tentang Bahan Peledak dan Senjata Tajam dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Sunat Modern Tanpa Jarum Suntik Dilaksanakan di Atambua

Cek Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Rabu 22 Januari 2020 Virgo Terbakar Cemburu Scorpio Manja Banget

Siregar menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan, jajaran Polres Belu melakukan patroli. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved