Salam Pos Kupang

DBD dan Kesadaran Kita

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul deman berdarah dengue ( DBD) dan kesadaran kita

DBD dan Kesadaran Kita
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul deman berdarah dengue ( DBD) dan kesadaran kita

POS-KUPANG.COM - PENYAKIT deman berdarah dengue ( DBD) setiap tahun selalu terjadi di sejumlah tempat di NTT. Mirisnya, setiap tahun pula penyakit ini menelan korban jiwa. Apakah penyakit DBD tidak bisa diantisipasi?

Pertanyaan ini memang perlu diajukan dan harus selalu dikemukakan, sebab, berdasarkan keterangan dari para ahli kesehatan sebenarnya penyakit ini bisa diantisipasi. Hal ini bisa dilakukan kalau semua warga sadar dalam menjaga kebersihan.

Kolegialitas Korupsi Elite dan Politik Perlawanan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati mengingatkan agar masyarakat terus membersihkan lingkungan dengan tiga M (menguras, mengubur dan menutup) tempat penampungan air, gelas, botol atau wadah apa saja yang digunakan untuk menampung air serta menaburkan abate di tempat penampungan air.

Bila melihat permintaan drg. Retnowati ini maka sebenarnya penyakit DBD ini tidak perlu terus berulang manakala seluruh masyarakat menyadari kebersihan lingkungannya masing-masing.

Sebab, nyamuk Aedes Agepty ini berkembang biak di tempat-tempat penampung air. Artinya ketika kesadaran masyarakat untuk selalu membersihkan sampah berupa wadah yang dapat menampung air maka kemungkinan untuk diserang penyakit DBD tentunya semakin kecil.

Bupati Malaka Tinjau Jalan Provinsi dari Teun-Simpang Welaus

Tetapi rupanya kesadaran ini yang belum tumbuh di masyarakat kita. Wadah bekas minuman air mineral dibuang begitu saja setelah isinya digunakan. Wadah inilah yang nantinya menampung air hujan. Di sinilah tempat yang sangat disenangi nyamuk Aedes Agepty untuk berkembang biak.

Seperti diberitakan Pos Kupang, Minggu (19/1), saat ini di Kota Kupang ada 25 kasus DBD. Kendati jumlah tersebut lebih rendah pada periode yang sama tahun 2019 lalu yakni mencapai 132 kasus. Namun kondisi tersebut tidak berarti kewaspadaan dikendurkan.

Mengapa? Kondisi cuaca di Kota Kupang saat ini masih terbilang belum normal. Terkadang hujan lebat selama beberapa saat tetapi diikuti dengan kehadiran matahari yang terik. Kondisi ini juga sangat mendukung berkembang biaknya nyamuk Aedes Agepty.

Artinya, kondisi cuaca yang selalu berubah-ubah didukung dengan lingkungan yang tidak bersih maka sangat besar kemungkinan terjadinya serangan demam berdarah.Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan semestinya menjadi keharusan bagi semua warga. Sebab, kondisi cuaca yang berubah-ubah tentu diluar kendali manusia.

Di sinilah peran seluruh lapiran masyarakat yang dikomandoi ketua RT hingga pimpinan pemerintah di tingkat atas agar terus mendorong masyarakat membersihkan lingkungan sekitarnya. Tanpa ada yang menjadi mengkoordinir di lapangan maka sejauh itu pula kita akan terus dipusingkan dengan kehadiran penyakit DBD yang setiap tahun akan hadir dan terus hadir. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved