Bupati Malaka Tinjau Jalan Provinsi dari Teun-Simpang Welaus

komisi IV DPRD NTT telah memantau ruas jalan tersebut dalam kegiatan pemantuan proyek provinsi yang ada di Kabupaten Belu

Bupati Malaka Tinjau Jalan Provinsi dari Teun-Simpang Welaus
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Komisi IV DPRD NTT telah memantau ruas jalan tersebut dalam kegiatan pemantuan proyek provinsi yang ada di Kabupaten Belu

Bupati Malaka Tinjau Jalan Provinsi dari Teun-Simpang Welaus

POS KUPANG.COM| BETUN----Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran bersama Kepala Dinas PUPPR dan para kabid Dinas PUPR memantau jalan provinsi dari perbatasan Kabupaten Belu dan Malaka tepatnya dari Teun menuju Simpang Welaus, Minggu (19/1/2020).

Bupati Stef ingin mengecek kerusakan yang ada di ruas jalan tersebut agar bisa dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk penanganannya.

Kadis PUPR Kabupaten Malaka, Yohanes Nahak kepada wartawan mengatakan, Bupati Malaka memantau jalan provinsi dari batas kabupaten tepatnya di Teun hingga Simpang Welaus. Dari pantauan tersebut ditemukan ada kerusakan jalan mencapai 20 kilometer.

Pemerintah Kabupaten Malaka sudah mendat kerusakan tersebut dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi NTT karena kewenangan untuk menangani ruas jalan tersebut adalah pemerintah provinsi.

"Ruas jalan Batas Belu–Malaka di Teun menuju Simpang Welaus di Kecamatan Kobalima itu statusnya jalan Provinsi dan kewenangan penganggaran juga berada di Provinsi. Kita dari kabupaten sifatnya membangun koordinasi dengan pihak provinsi", kata Nahak.

Lanjut Nahak, Pemkab Malaka sudah berkoordinasi dengan Pemprov terkait kerusakan jalan tersebut dan Pemprov akan datang melihat secara langsung titik-titik kerusakan sehingga bisa diperbaiki.

Menurut Nahak, ia bersama para kabid di Dinas PUPR mendmpingi
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat memantau ruas jalan tersebut.

Diberitakan Pos Kupang.Com, ruas jalan provinsi Halilulik-Welaus yang diperkirakan sepanjang 30 kilometer itu tak semuanya kondisi bagus. Di sejumlah titik, ditemukan kerusakan badan jalan yang tergolong berat dan membahayakan bagi pengguna jalan.

Badan jalan berlubang besar dan aspal pecah-pecah. Diperparah lagi air hujan tergenang mirip kolam dan badan jalan berlumpur.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved