Selasa, 21 April 2026

Polisi Lidik dan Buru Pelaku Kasus Penganiayaan Ryan Kopling

beberapa pelanggan Ryant juga mengenal pelaku dan diketahui pelaku merupakan siswa SMA di Kota Kupang.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GECIO VIANA
Korban Ryant Kopling (kiri) saat melapor ke Mapolres Kupang Kota, Minggu (19/1/2020). 

Polisi Lidik dan Buru Pelaku Kasus Penganiayaan Ryan Kopling

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ryan Boymau alias Ryan Kopling (27) melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Mapolres Kupang Kota, Minggu (19/1/2020) dinihari.

Pria yang juga pegiat literasi di Provinsi NTT ini, dianiaya seorang pemuda yang tengah mabuk miras di tempat jualannya di Bundaran Tirosa Kota Kupang pada Sabtu (18/1/2020) sekitar pukul 23.30 Wita.

Menggunakan batu kali berukuran sedang, pelaku menganiaya korban dengan menghantam batu tersebut ke kepala korban saat korban tengah menyiapkan kopi untuk pelanggannya.

Ryant melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Kupang Kota dan laporan kasus penganiyaan ini tertuang dalam laporan polisi nomor : 79/STTLP/I/2020 SPKT Resor Kupang Kota.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha, SH dihubungi Minggu sore membenarkan kasus tersebut.

Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap korban dan para saksi serta memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya

"Kasus penganiyaan pelapor yang berprofesi sebagai pedagang kopi keliling ini dalam tahap penyelidikan dan kami akan proses dengan memeriksa para saksi,"

Sementara itu, terduga pelaku sudah diidentifikasi pihak kepolisian dan saat ini dalam tahap pencarian.

Diberitakan sebelumnya, Ryan Boymau alias Ryant Kopling (27), seorang penjual kopi keliling di Kota Kupang harus menahan sakit akibat hantaman batu oleh seorang pemuda yang tengah mabuk minuman keras (miras).

Ryant dipukuli tepat di kepala bagian kanan saat berjualan kopi di Bundaran Tirosa Kota Kupang, Minggu (19/1/2020) pukul 01.20 Wita.

Kepada POS-KUPANG.COM, Ryant mengaku mengenal pemuda tersebut karena sering membeli kopi yang dijualnya.

"Awalnya dia (pelaku) dan teman-temannya datang untuk minum kopi, tapi mereka dalam keadaan mabuk semua," katanya.

Pelaku dan sekitar 7 rekannya tiba di tempat jualan Ryant sekitar pukul 23.30 Wita dan langsung memesan kopi.

Ryant selanjutnya membuatkan kopi pesanan pelaku dan rekannya yang memilih duduk di depan kantor PLN.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved