Tak Mau Tertinggal, Unipa Maumere Terapkan Paradigma Baru Pembelajaran
Dalam role mapping pengembangan Unipa, aksentuasi penguatan terletak pada penguatan tata kelola dan peningkatan kesisteman.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
Tak Mau Tertinggal, Unipa Maumere Terapkan Paradigma Baru Pembelajaran
POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Institusi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Pulau Flores mendapat akreditasi B (amat baik) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan LAM PT-KES, terus-menerus melakukan pembenahan.
Dalam role mapping pengembangan Unipa, aksentuasi penguatan terletak pada penguatan tata kelola dan peningkatan kesisteman.
Unipa menerapkan paradigma baru pembelajaran menekankan penguatan kompetensi pedagogik dosen, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi social.
“Penguatan karakter mahasiswa melalui penghayatan nilai-nilai wajib di lingkungan Kampus Unipa, kreatif dan inovatif, unggul, peduli lingkungan, peduli sosial, berwawasan nasional dan global,” kata Rektor Unipa, Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M,Si, dalam pidato wisuda angkatan ke-11, Sabtu (18/1/2020) di Aula Nawa Cita.
Angelinus menjelaskan, Unipa menyelenggarakan kurikulum KKNI yang memperkuat pendidikan karakter, kewirausahaan dan pendidikan anti korupsi. Ini berkaitan dengan tuntutan bagi lulusan Unipa untuk dapat menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang memandirikan dalam kehidupan nyata di masyarakat.
“Unipa juga menerapkan metode pembelajaran paradigma baru abad ke-21 yakni pergeseran dari teacher center learning kepada student center learning. Kerangka kualifikasi nasional dan indikator pembelajaran berdasarkan capaian pembelajaran (learning outcomes),” jelas Angelinus.
Kampus Unipa, demikian Angelinus, juga menggunakan pembelajaran daring (dalam jaringan, e–learning), mengakses literatur di perpustakaan melalui e–library, mengurangi penggunaan kertas (paper less) dan digitalisasi administrasi e–campuz yang memudahkan pelacakan status administrasi akademik dan keuangan.
Dikatakanya, berbagai sarana dan fasilitas terus dibenahi, laboratorium, perpustakaan, tersedianya lembaga layanan psikologi, galeri kampus untuk investasi pasar modal, radio pendidikan, lahan praktek pertanian, penataan lingkungan kampus yang semakin indah dan sehat, bus kampus Unipa sebagai brand baru yang merepresentasikan identitas Unipa dan juga memperkuat ikatan kohesif antarwarga Unipa, adanya sarana untuk kegiatan mahasiswa yang bernaung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa dan Badan Legislatif Mahasiswa.
Wisuda 223 sarjana berasal dari 15 program studi dari 19 program studi. Pertambahan jumlah wisuda angkatan ke-11 periode kedua ini menambah jumlah tamatan Unipa menjadi 4.258 alumni.
Berdasarkan studi pelacakan alumni (tracer study) 91.25 persen alumni
• Aurel Hermansyah Kena Semprot Ashanty, Merengek Minta Nikah Tahun 2020, Ternyata ini Penyebabnya
• LIVE STREAMING Persib Bandung vs Selangor FA Asia Challenge Cup, Live TV ONE Malam ini 19.20 WIB
bekerja di sektor swasta dan pemerintah dengan masa tunggu sekitar dua sampai enam bulan.
Seremoni wisuda dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Denpasar, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo Idong, S.Sos, M.Si, pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, Drs. Alexander Longginus, dan Drs. Yoseph Ansar Rera, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, Drs. Sabinus Nabu, Rektor pertama Unipa, Pater Dr. Wilhelm Djuley Conterius, SVD, Vikaris Jenderal Keuskupan Maumere, Romo Jenti O.Carm,dan ratusan undangan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo'a)