Sidang Lapangan Gugatan Tanah Bendungan Temef, Cek Koordinat Batas Tanah Versi Penggugat

Pelaksanaan sidang lapangan gugatan tanah Bendungan Temef, cek koordinat batas tanah versi Penggugat

Sidang Lapangan Gugatan Tanah Bendungan Temef, Cek Koordinat Batas Tanah Versi Penggugat
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Suasana sidang lapangan sengketa ganti rugi lahan pembangunan bendungan Temef 

Pelaksanaan sidang lapangan gugatan tanah Bendungan Temef, cek koordinat batas tanah versi Penggugat

POS-KUPANG.COM | SOE - Jumat (17/1/2020) pagi dilakukan sidang lanjutan gugatan tanah Bendungan Temef di TTS dengan melakukan sidang lapangan.

Sidang lapangan dipimpin ketua majelis hakim, Wempi Duka, SH dan dihadiri pihak penggugat dan empat kuasa hukum pihak tergugat ( PT Nindya Karya pelaksana proyek bendungan Temef selaku Tergugat I, Pihak Balai Sungai Nusa Tenggara II Kementerian PUPR tergugat II, Pemerintah Provinsi NTT tergugat III dan Pemda TTS selaku tergugat IV memasukan bukti masing-masing ke majelis hakim.).

Bank NTT Kefamenanu dan Pemda TTU Tanda Tangan Perjanjian Kerja Sama

Dalam sidang lapangan tersebut, dilakukan pengecekan koordinat batas tanah versi peta penggugat (Fransiskus L.Mella).

Sedikitnya ada 17 titik koordinat yang hendak dicek berdasarkan peta versi penggugat, tetapi karena sulitnya akses jalan, enam titik koordinat tak sempat dicek.

49 Peserta Ikut Simulasi Tes CPNS Lembata

Setiap titik koordinat yang telah dicek, selanjutnya diberikan tanda dengan memberikan penomoran menggunakan pilox.

Ketua majelis hakim, Wempi Duka, SH mengatakan, pasca dilakukan sidang lapangan, sidang gugatan ganti rugi lahan pembangunan bendungan Temef akan kembali dilanjutkan pada Selasa (21/1/2020) mendatang.

Sidang lanjutan sendiri beragendakan pembuktian dari para penggugat. "Sidang kita lanjutkan hari Selasa pukul 14.00 WITA dengan agenda pembuktian," ungkap Wempi.

Kapolres TTS, AKBP Ariasandy, SIK dan Dandim TTS Letkol. Koerniawan Pramulyo nampak hadir menyaksikan proses sidang lapangan tersebut. Nampak anggota Polisi bersenjata lengkap ikut mengawal jalannya proses sidang lapangan.

Diberitakan POS-KUPANG.COM sebelumnya, Fransiskus Lodowik Mella menggugat ganti rugi tanah seluas 312 Ha di Desa Konbaki, Kecamatan Polen yang masuk dalam lahan pembangunan bendungan Temef.

Tak tanggung-tanggung, Fransiskus Mella menggugat biaya ganti rugi lahan kepada pemerintah sebanyak 312 miliar atau per meternya dihargai dengan Rp. 100.000.

Dalam gugutannya tersebut Mella didampingi kuasa hukum dari firma ABP dan paralegal LKBH Fakultas Hukum Undana.

Ada empat pihak yang digugat oleh penggugat yaitu, Gubernur NTT, Kementerian PUPR, Bupati TTS dan Nindya Karya.

Saat ini sidang perdata gugatan ganti rugi lahan tersebut masuk dalam tahap mediasi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved