News

Kabupaten TTS Kelebihan Guru Bersatus PNS Tapi Penyebaran di Sekolah Tidak Merata, Enak di Kota Ya!

Namun yang menjadi masalah di TTS sehingga menimbulkan kesan ada sekolah yang kekurangan guru PNS karena penyebarannya tidak merata.

Kabupaten TTS Kelebihan Guru Bersatus PNS  Tapi Penyebaran di Sekolah Tidak Merata, Enak di Kota Ya!
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE -Anggota Komisi IV DPRD TTS, Ruba Banunaek, mengakui jumlah guru berstatus PNS di daerah itu tidak mengalami kekurangan. Dari data analisa dan kajian kebutuhan guru yang disampaikan kementerian pendidikan, diketahui jumlah guru di TTS justru telah melebihi kebutuhan.

Namun yang menjadi masalah di TTS sehingga menimbulkan kesan ada sekolah yang kekurangan guru PNS karena penyebarannya tidak merata. Dampaknya ada sekolah dengan jumlah guru PNS sangat minim, namun di sekolah lain guru berstatus PNS banyak.

"Kita sudah konsultasi ke kementerian dan dari data yang ditunjukkan berdasarkan kajian kebutuhan, kita sudah mengalami kelebihan guru berstatus PNS. Yang jadi persoalan ada pada penyebaran guru ini," ujar Ruba di Gedung DPRD TTS, Selasa (14/1).

Komisi IV, diakui, juga sudah melakukan uji petik ke lapangan beberapa waktu lalu. Dari hasil uji petik, diketahui jika ada sekolah yang jumlah gurunya tidak berimbang dengan jumlah rombongan kelas. Belum lagi guru PNS yang ditempatkan di sekolah swasta.

"Ada sekolah yang rombongan belajarnya cuma 6 kelas, tapi guru gurunya bisa sampai belasan orang orang. Yang lain mau mengajar apa," ujarnya.

Kadis Pendidikan TTS, Edison Sipa, yang dikonfirmasi terkait pernyataan Komisi IV mengatakan, sesuai analisa Kemendikbud melalui dapodik, jika dihitung jumlah guru dengan jumlah sekolah negeri, guru kita di TTS sudah mencukupi.

Tetapi untuk Kabupaten TTS, ada sekitar 30 persen guru PNS ditempatkan pada sekolah swasta dan jika ditarik semua guru PNS yang ada disekolah swasta, maka dampak ikutannya adalah banyak sekolah swasta yang akan ditutup dan yang korban adalah anak usia sekolah.

"Kalau dikaji jumlah guru PNS dan jumlah sekolah negeri, maka guru PNS kita memang sudah cukup. Namun di TTS juga terdapat sekolah swasta di mana guru PNS juga mengajar di sekolah itu. Kalau kita paksa tarik semua guru PNS kita dari sekolah swasta, hal itu bisa berdampak pada penutupan sekolah swasta. Ini yang menjadi dasar pertimbangan kita. Dampak ikutannya angka putus sekolah akan meningkat," jelas Edison. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved