Pembentukan BUMDes di Lembata Masih Terkendala SDM

tidak semua desa harus memiliki BUMDes. Bisa dua atau tiga desa sepakat membentuk satu BUMDes bersama saja.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Lembata, Aloysius Buto 

Pembentukan BUMDes di Lembata Masih Terkendala SDM

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lembata terus mendorong dan memotivasi para kepala desa supaya membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desa-desa di Kabupaten Lembata.

Namun pembentukan BUMDes sekali lagi masih terkendala kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di desa.

Padahal menurut Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lembata, Aloysius Buto menjelaskan tidak semua desa harus memiliki BUMDes. Bisa dua atau tiga desa sepakat membentuk satu BUMDes bersama saja.

Dalam sosialisasi di desa, Alo sendiri menyebutkan BUMDes sangat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa. Jadi, melalui musyawarah masyarakat desa dan penetapan Peraturan Desa (Perdes), pemerintah desa bisa membentuk satu BUMDes.

Dia mencontohkan jika ada BUMdes, hasil komoditi milik masyarakat bisa dijual dan dikelola oleh BUMdes. Hal ini juga bisa menekan harga komoditi yang tidak stabil dan sering ditentukan oleh tengkulak.

"Nanti BUMDes tadi yang jual keluar, bisa saja langsung ke Surabaya. Jadi sangat membantu, tapi kita tetap adakan sosialisasi," paparnya saat ditemui di Kantor DPRD Lembata, Rabu (15/1/2020).

Alo menambahkan BUMDes itu bisa dibentuk untuk banyak aspek seperti pertanian, perikanan dan pariwisata.
Dari aspek ekonomi, kata Alo, pembentukan BUMDes sangat membantu perekonomian masyarakat.

Di Kabupaten Lembata sendiri ada 87 BUMDes yang terbentuk, tetapi tidak semuanya betul-betul dikelola secara baik.

Di tingkat Provinsi NTT, ada tiga desa di Lembata yang usaha BUMDes-nya sangat dikenal yakni BUMDes Hadakewa, Desa Lolong dan Desa Alap.

"Kita tetap mendorong terbentuknya BUMDes untuk membantu masyarakat, terutama soal komoditi di sana. Sebaiknya ditampung oleh BUMDes, supaya harga komoditinya satu harga," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved