Bencana Angin, Banjir dan Longsor, Begini Penjelasan BPBD Manggarai
Kalak BPBD Manggarai, Libert Habut menegaskan, hujan lebat di Manggarai pada tanggal 1 Januari 2020 lalu dilanjutkan lagi dengan cuaca ekstrem ekstr
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG-COM-RUTENG-Kalak BPBD Manggarai, Libert Habut menegaskan, hujan lebat di Manggarai pada tanggal 1 Januari 2020 lalu dilanjutkan lagi dengan cuaca ekstrem ekstrem pada tanggal 3 sampai dengan tanggal 7 Januari 2020 telah menyebabkan kerusakkan infrastruktur di daerah ini.
"Hujan deras hujan yang sangat lebat ada berapa kecamatan, desa dan kelurahan itu mengalami banjir longsor. Satu hal yang sangat riskan itu adalah terancamnya jalan Reo-Ruteng sebagai sentra ekonomi untuk pengangkutan barang dan jasa khususnya bahan bakar minyak untuk ke wilayah Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat
• Diborgol Orangtuanya di Kandang Ayam, Bocah 13 Tahun Berhasil Kabur Berkat Kepintarannya
Dari kondisi tersebut Bupati Manggarai pada tanggal 6 Januari telah mengecek langsung satu kondisi di Kecamatan Reok yang mengalami suatu musibah banjir. Jalan Ruteng-Reo mengalami rusak berat akibat longsor tergerus karena banjir di Sungai Wae Pesi. Banyak Pohon tumbang pada wilayah pemukiman masyarakat," kata Libert saat ditemui POS-KUPANG.COM di Ruteng, Selasa (14/1/2020) pagi.
Ia menjelaskan, dari situasi laporan bencana itu maka BPBD telah melakukan beberapa identifikasi kondisi lapangan.
• Kok Bisa? KPK Gagal Geledah Kantor PDIP, Ini Kata Mantan Ketua KPK Abraham Samad:
"Yang paling parah itu ada di Kecamatan Cibal yaitu mengalami longsor dan pemukiman penduduk yang tergerus tanah longsor. Di Kecamatan Reok ada banjir dan rumah terendam air serta angin puting beliung," papar Libert.
Ia mengungkapkan, pihaknya dalam waktu dekat akan mempercepat bantuan kepada para korban yang terkena bencana angin.(ris)

PK/IST
BENCANA-Bencana di Kecamatan Reok, Manggarai.