Salam Pos Kupang

BUMDes Pelumas Roda Ekonomi

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul: BUMDes pelumas roda ekonomi

BUMDes Pelumas Roda Ekonomi
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul: BUMDes pelumas roda ekonomi

POS-KUPANG.COM - KINI semua mata tertuju ke desa. Dana bermiliar-miliaran rupiah mengalir untuk menghadirkan kesejahteraan, mengentaskan kemiskinan, menghalau kemelaratan.

Menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya agar warga desa mandiri, tidak 'berwisata' mengadu nasib ke kota atau keluar negeri. Mengubah nasib tidak tentu menjadi wiraswasta yang handal dan mandiri. Itulah misi pemerintah mengucurkan dana desa.

Strategi Pengembangan Pertanian Rakyat di NTT

Mulai Januari 2018, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengucurkan regulasi agar dana desa harus dikelola dengan pola swakelola, tidak diproyekkan. Kepala desa dan aparatnya, badan musyawarah desa, serta rakyat, harus mampu merancang program-program yang bermuara mengentaskan kemiskinan.

Program swakelola adalah kegiatan pengadaan barang/jasa di mana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh masyarakat. Membangun dari apa yang dibutuhkan masyarakat bukan berdasarkan keinginan atau pencitraan semata.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Minta Bupati dan Wali Kota Verifikasi Jumlah Desa, Ini Tujuannya

Salah satu wadah yang direkomndasikan untuk mengelola dana desa secara swakelola adalah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kini, BUMDes merupakan salah satu pilar perekonomian Indonesia. Pilar kesejahteraan bangsa.

Keberadaannya membawa banyak manfaat, termasuk memberdayakan masyarakat desa untuk lebih produktif, juga memajukan produk lokal buatan dalam negeri.

BUMDes tidak lain adalah usaha yang didirikan atas dasar komitmen bersama masyarakat bawah, masyarakat akar rumput di desa untuk saling bekerja sama, bergotong royong, dan menggalang kekuatan ekonomi rakyat demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa.

Jenis usaha yang dapat dikembangkan melalui BUMDes di antaranya usaha bisnis sosial melalui usaha air minum desa, usaha listrik desa dan lumbung pangan, usaha bisnis penyewaan melalui usaha alat transportasi, perkakas pesta, gedung pertemuan, rumah toko dan tanah milik BUMDes, usaha perantara (brokering) melalui jasa pembayaran listrik dan pasar desa untuk memasarkan produk yang dihasilkan masyarakat.

Juga usaha bisnis yang berproduksi dan/atau berdagang (trading) seperti hasil pertanian, sarana produksi pertanian, usaha bisnis keuangan (financial business) melalui akses kredit dan peminjaman, termasuk desa wisata. Bisa juga merancang usaha lainnya sesuai potensi di desa.

Halaman
12
Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved