Khazanah Islam
Kamu Wajib Tahu! Puasa Senin Kamis Rukun Puasa yang Wajib Dijalani Hadits dan Keistimewaannya
Kamu Wajib Tahu! Puasa Senin Kamis Rukun Puasa yang Wajib Dijalani Hadits dan Keistimewaannya
Kamu Wajib Tahu! Puasa Senin Kamis Rukun Puasa yang Wajib Dijalani Hadits dan Keistimewaannya
POS-KUPANG.COM - Kamu Wajib Tahu! Puasa Senin Kamis Rukun Puasa yang Wajib Dijalani Hadits dan Keistimewaannya
Puasa Senin Kamis merupakan salah satu dari 8 puasa sunnah, yang apabila dikerjakan mendapat pahala, tak dikerjakan tidak berdosa.
Tetapi Puasa Senin Kamis banyak dianjurkan para ulama karena manfaat besar selain pahala yang didapatkan.
Puasa Senin Kamis dianjurkan bagi umat muslim baik laki-laki (muslim) dan perempuan (muslimah), karena banyak manfaatkan yang didapatkan, bagi wanita akan terlihat lebih sehat dan lebih cantik.
Bagi Pria, Puasa Senin Kamis akan membuat tubuh lebih sehat, lebih semangat bekerja dan lebih yakin dan optimis.
Selainjutnya untuk lebih rinci akan mendapatkan keberkahan dalam menjalankan Puasa Senin Kamis, akan bahas secara mendalam.
Mulai Keutamaan, Niat Puasa Senin Kamis, Tata Cara dan bacaannya, berikut ini mari kita masuki pebahasannya.
HADITS-HADIST KEUTAMAAN PUASA SENIN KAMIS:
1. Rasulullah Memilih Hari Senin Kamis untuk Puasa
Puasa Senin Kamis adalah pilihan Rasulullah, di mana hari Senin Kamis dianggap hari yang juga istimewa.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis.”
(HR. An Nasai no. 2362 dan Ibnu Majah no. 1739. All Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Usamah bin Zaid berkata:
“Aku berkata pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam;
“Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya;
“Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.”
Lalu beliau bersabda;
“Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).