Breaking News:

Pohon Tumbang di TTS

Meski Renggut Satu Korban Jiwa, Ady Tallo Mengaku BPBD TTS tak Perlu ke Panite, Ini Alasannya

Meski renggut satu korban jiwa, Ady Tallo mengaku BPBD TTS tak perlu ke Panite, ini alasannya

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kepala BPBD Kabupaten TTS, Ady Tallo 

Meski renggut satu korban jiwa, Ady Tallo mengaku BPBD TTS tak perlu ke Panite, ini alasannya

POS-KUPANG.COM | SOE - Meski menimbulkan satu korban jiwa dan satu korban luka-luka akibat tumbangnya pohon kapuk di Pasar Panite, Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kamis (9/1/2020) siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten TTS enggan turun ke lokasi kejadian guna membantu proses pembersihan pohon kapuk yang tumbang.

Kepala BPBD, Ady Tallo mengaku, sudah mendapatkan informasi musibah pohon kapuk yang tumbang dan menimbulkan satu korban jiwa.

Ini Sejumlah Ruas Jalan yang Terkena Dampak Longsor di Kuwus Manggarai Barat

Ketika ditanyakan apakah petugas BPMD akan turun ke lokasi guna membantu proses evakuasi batang pohon yang tumbang, Ady mengatakan, pihaknya tidak turun.

"Itu satu Desa Panite yang punya sensor (chainsaw) 20 orang, karmana ko kita dari Soe harus turun dari sini lagi. Itu sudah terlalu. Orang sudah sonde mau hidup lae, mau hanya pemerintah yang urus saja," ungkapnya melalui sambungan telepon.

Ketika ditanyakan apakah akan ada santunan bagi keluarga korban, Ady mengaku, tidak ada. "Tidak ada santunan kakak. Itu murni musibah. Itu pohon tumbang karena memang sudah lapuk," ujarnya.

Kapolsek Riung Pimpin Tanam Anakan Pohon di Kawasan Dermaga 17 Pulau Riung

Berbeda dengan kasus tumbangnya pohon kapuk di Kota SoE beberapa waktu lalu, dimana tim BPBD kabupaten TTS turun membantu proses evakuasi batang pohon yang tumbang. Padahal, dalam kasus tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Namun dalam kasus tersebut, Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay sampai turun tangan membantu proses evakuasi dan perbaikan.
Namun dalam kasus Panite, dimana kasus pohon tumbang menimbulkan satu korban jiwa, namun BPBD enggan turun membantu proses evakuasi.

Diberitakan pos-kupang.com sebelumnya, Suasana pasar Panite, Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kamis (9/1/2020) siang mendadak berubah saat pohon kapuk yang sudah tua tiba-tiba tumbang.

Mirisnya, pohon kapuk yang tumbang menindih dua orang pedagang yang sementara berjualan di pasar Panite.

Paulus Lilong (35), pedagang bawang merah meninggal dunia di tempat pasca ditindih pohon kapuk yang tumbang. Sementara Sefus Dimu (48), satu korban lainnya saat ini sedang dirawat di Puskesmas Panite karena mengalami cedera akibat tertindih pohon kapuk.

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu membenarkan kasus pohon tumbang yang terjadi di pasar Panite. Ia mengatakan, pohon tersebut memang sudah tua dan sudah mati namun belum sempat dipotong warga.

Kejadian pohon tumbang tersebut tak diduga sebelumnya, karena saat kejadian, tidak ada angin kencang. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved