Serangan DBD di Sikka
Momok di Tahun 2019, 11 Korban di Sikka Direnggut DBD
--Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjadi momok bagi warga Kabupaten Sikka di Pulau Flores.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjadi momok bagi warga Kabupaten Sikka di Pulau Flores.
Baru hari ketujuh diawal tahun 2020, balita berusia setahun, Elisabeth Marsela direnggut DBD, Selasa (7/1/2020) sore di RSUD dr.TC.Hillers Maumere. Kepergian selamanya Marsela mengingatkan kembali kematian akibat DBD tahun 2019 sebanyak 11 orang.
“Tahun lalu selama enam dari bulan Januari sampai Juni dan Juli terjadi 11 kasus kematian DBD. Setelah bulan Juli sampai Desember 2019 tidak terjadi kasus kematian,” kata Pelaksana tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, kepada pos-kupang.com, Rabu (8/1/202020) di Maumere.
• Persoalkan Larangan Perayaan Natal di Dharmasraya, Ini KRONOLOGI Sudarto Ditangkap Polisi
Dengan munculnya kasus kematian di awal tahun 2020, demikian Petrus, semua Puskesmas di Sikka diingatkannya untuk siaga 1x24 jam memberikan pelayanan kemasyarakat, selain tindakn preventif promotif
• GENDANG PERANG Dimulai, Lihat Perbandingan Kekuatan Militer Iran dan Amerika Serikat
Ia mengatakan, Dinas Kesehatan Sikka mencanangkan angka nol untuk kasus kematian DBD. Namun baru awal tahun 2020, sudah muncul satu kasus kematian.
“Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendirian, semua elemen masyarakat harus terpanggil terlibat bersama mengatasi DBD,” imbau Petrus. (laporan wartawan pos-kupang.com,eginius mo’a)
pos-kupang.com/eginius mo’a
Anak-anak penderita DBD dirawat di ruang rawat anak, Rabu (8/1/2020) di RSUD dr.TC.Hillers Maumere, Pulau Flores.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/penderitadbd-dirawat-diruang-rawat-anak-rab.jpg)