Bupati dan Ketua DPRD Lembata Kunjungi Korban Bencana di Hadakewa
Simon Beduli dan sejumlah pimpinan SKPD, langsung meninjau beberapa rumah yang rusak akibat diterjang angin kencang, dini hari Minggu kemarin.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Bupati dan Ketua DPRD Lembata Kunjungi Korban Bencana di Hadakewa
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA---Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur meninjau langsung korban bencana di Desa Hadakewa dan Desa Lewoeleng Kecamatan Lebatukan guna melihat dari dekat lokasi bencana angin kencang yang menyebabkan belasan rumah di desa tersebut rusak.
Tiba di lokasi sekitar Pukul 15.30 Wita, Bupati Sunur yang datang bersama ketua DPRD Lembata, Petrus Gero, anggota DPRD, Simon Beduli dan sejumlah pimpinan SKPD, langsung meninjau beberapa rumah yang rusak akibat diterjang angin kencang, dini hari Minggu kemarin.
Selain meninjau rumah-rumah yang rusak, Bupati Sunur juga tampak berdialog dengan warga korban bencana tersebut, sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan sembako.
Usai meninjau rumah yang rusak dan mengunjungi para korban, bupati dan rombongan langsung bergegas menuju desa Lewoeleng, kecamatan Lebatukan untuk tujuan yang sama yakni meninjau sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan kepada para korban.
“Tidak bisa hanya dapat laporan, Saya mau lihat sendiri dan manusianya dahulu yang harus diperhatikan. Ini adalah tindakan kedaruratan," kata Bupati Sunur, Senin (6/1/2020) petang.
Dia juga mengatakan, saat ini adalah upaya tanggap darurat. Untuk itu menurut dia, posko mesti dibangun karena saat ini bencana di Lembata tidak hanya terjadi beberapa tempat juga bukan hanya angin kencang. Lembata saat ini menurut dia rawan dengan berbagai jenis bencana seperti longsor dan lainnya.
Dalam upaya penanganan bencana ke depan, dia meminta kepada para kepala desa untuk menyiapkan dana taktis misalnya sebesar 50 juta atau dana tak terduga untuk tangani bencana.
Sementara Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langodai kembali menyambangi warga Desa Kolipadan, kecamatan Ile Ape untuk membantu warga, korban bencana angin kencang dengan melakukan giat bersama.
Sebelum menuju desa Kolipadan, mantan dosen Unwira Kupang itu terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pimpinan OPD, LSM, TNI-POLRI, guna membahas penanganan dan penanggulangan bencana di kabupaten Lembata saat ini.
• Ini Perkembangan Kasus Ibu Muda Aniaya Bayi 2 Tahun Hingga Meninggal Dunia
• Kapolres Malaka Tanam Pohon di Kompleks Polsek Malaka Tengah
Beberapa kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat koordinasi tersebut adalah, dijadikannya kantor BPBD Lembata sebagai Posko siaga bencana, Bupati Lembata segera menandatangani Pernyataan Bencana, menggelar bakti sosial di kota Lewoleba agar dapat meminimalisir sampah dan penyumbatan drainase kota.
Diketahui, rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan sudah dilakukannya pada Senin sore (05/01/20) atau beberapa jam setelah angin kencang menerjang rumah puluhan rumah di Desa Kolipadan, Desa Hadakewa dan Desa Lewoeleng. Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)