Ansy Lema Bicara Lahan Kering di NTT Harus Jadi Perhatian
dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian RI pada November 2019 lalu, dirinya telah mengangkat soal lahan kering di Provinsi NTT.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Ansy Lema Bicara Lahan Kering di NTT Harus Jadi Perhatian
POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransikus Lema,S.Ip, M.Si mengatakan, lahan kering di NTT perlu mendapat perhatian pemerintah. Karena itu, semua pihak harus terlibat untuk memberi kontribusi dalam pengembangan pertanian lahan kering.
Yohanis menyampaikan hal ini saat mengawali acara diskusi konsultasi publik di Aula DPD RI Provinsi NTT, Selasa (7/1).
Ansi sapaan Yohanis, hadir bersama Direktur Pembiayaan ,Kementerian Pertanian, Ir. Indah Megawati.
Hadir pada acara ini, beberapa pimpinan OPD terkait tingkat Provinsi NTT, yakni Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ir. Yohanis Oktovianus, Kepala Dinas Peternakan, Dani Suhadi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Ganef Wurgiyanto dan para undangan. Hadir pula sejumlah anggota DPRD NTT, dari Fraksi PDIP NTT, yakni Yunus Takandewa, Viktor Mado Watun, Angga dan Lili Adoe.
Menurut Ansy, dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian RI pada November 2019 lalu, dirinya telah mengangkat soal lahan kering di Provinsi NTT.
"Saat rapat bersama Menteri saya sudah bicara soal lahan kering dan saat itu mendapat respon dari pak menteri," kata Ansy.
Dikatakan, sejak awal ditugaskan partai menjadi anggota Komisi IV DPR RI, dirinya ,merasa awam dengan bidang komisi tersebut, yakni pertanian, perikanan,pertanian.
"Karena itu, saya harus belajar soal bidang-bidang tersebut. Dalam diskusi ini, saya butuh masukan dan saran dari peserta diskusi agar apa nanti yang saya perjuangkan di pusat itu sesuai aspirasi dari masyarakat," katanya.
Direktur Pembiayaan ,Kementerian Pertanian, Ir. Indah Megawati mengatakan, pertanian merupakan salah satu kegiatan dari pemerintah RI saat ini.
"Pak Jokowi sangat fokus sekali dengan pertanian, karena suatu negara yang kuat,maka masyarakatnya harus kenyang. Mengapa pak Dirjen mengutus saya, sebenarnya yang hadir di sini pak Direktur Alat Mesin Pertanian ," kata Indah. Dikatakan, dirinya pernah d Menko perekonomian di bidang pangan sehingga dirinya sudah pernah datang di NTT
" Wilayah NTT ini lahan keringnya dominan, selama ini pemerintah selalu fokus di lahan basah, tapi sekarang ini mulai beralih untuk melihat lahan kering," katanya.
Dikatakan, dengan diskusi itu,maka bisa diperoleh informasi ,bagaimana petani di NTT mendapat pembiayaan yang murah.
"Diskusi ini dibutuhkan sehingga arah dan kebijakan pengelolaan lahan kering bisa terwujud.
Petani kecil harus dibiayai, selama ini mereka jadi obyek, tapi kita balik sebagai subyek sehingga mereka bisa mengusahakan usaha tani mereka dengan baik demi meningkatkan ekonomi," jelasnya.
Dia mengakui, petani juga takut ke perbankan atau ke bank, karea, jika datang ke bank pasti yang ditanyai pertama adalah adakah jaminan.
• Kematian Istri Sule Terkesan Tak Wajar, Ada Biru-biru di Tibuh Lina, Ayah Febian Minta Hasil Visum
• Gempa Magnitudo 5.4 Guncang Barat Daya Wanokaka, NTT
"Karena itu, kita harus jembatani agar petani bisa berusaha dan bersama dengan lembaga pembiayaan. Kita bisa memberikan pembiayaan yang murah dan mudah.Di awal.sambutan dan akhir, Indah mengajak perserta menyampaikan yel-yel pertanian,yakni, pertanian maju, mandiri dan modern.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Oby Lewanmeru)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/yohanis-fransiskus-lemas-ip-m-si-saat-acara-diskusi.jpg)