Minta Keadilan, PSN Ngada Kembali Layangkan Surat ke PSSI

pihaknya sudah melayangkan surat ke PSSI, memprotes sanksi yang mengakibatkan PSN terpaksa tersingkir dari liga 3 Nasional

Minta Keadilan, PSN Ngada Kembali Layangkan Surat ke PSSI
istimewa
Manager PSN Ngada, Ferdy Burah, menyerahkan laporan ke pengurus PSSI Pusat. 

Minta Keadilan, PSN Ngada Kembali Layangkan Surat ke PSSI

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Manajemen Persatuan Sepak Bola Ngada atau PS Ngada kembali melayangkan surat kepada pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 1 Januari 2020.

PSN Ngada menuntut keadilan terkait sanksi yang diberikan oleh panitia disiplin kepada klub asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut dalam perhelatan babak 32 besar Liga 3 Nasional di Jawa Timur pada Desember 2019 dan meminta PSSI memberantas mafia bola.

Ferdy Burah, selaku Manajer PSN Ngada kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (2/1/2019) mengaku sebelumnya pada tanggal 18 Desember 2019, pihaknya sudah melayangkan surat ke PSSI, memprotes sanksi yang mengakibatkan PSN terpaksa tersingkir dari liga 3 Nasional dan didenda senilai 30 juta rupiah.

Dia katakan mereka mengantar langsung surat tersebut dan terima oleh Wakatum PSSI Cucu Sumantri di Jakarta. "Sampai saat ini belum ada jawaban resmi, makanya kami kirim lagi surat ke PSSI, walaupun dari info yang saya dengar mau dibentuk tim investigasi," ungkapnya.

Ferdy mengatakan, ada begitu banyak kasus pemukulan dan penganiayaan wasit di liga 3 tahun 2019 tapi tidak ada hukuman disiplin utk tim-tim yang terlibat.

"Tapi bagaimana dengan PSN Ngada jelas-jelas kami tidak salah, justru sumber masalahnya di wasit dan match com yang memalsukan dokumen hasil pertandingan PSN Ngada versus Putra Sunan Giri," tegasnya.

Menurutnya semua bukti-bukti administrasi dan rekaman video pertandingan dari beberapa sumber yang berbeda sudah dipresentasikan saat pihaknya bertemu dengan Wakatum PSSI. Namun Ferdy mengaku kwatir apa yang mereka sampaikan tersebut tidak ditindaklanjuti.

"Saya percaya Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI itu orang baru dan orang bersih karena mereka Jenderal bintang 3 dan bintang 2. Tapi mereka masih dikelilingi orang-orang lama di PSSI yang pola pikir dan pola kerja masih seperti dulu, bahkan sebagiannya mungkin saja orang-orang yang berperan dalam mafia bola. Jadi gaung Revolusi PSSI itu hanya sekedar retorika, contohnya ada begitu banyak kasus di liga 3 2019 termasuk PSN Ngada, tapi tidak ada tanggapan sedikitpun," keluhnya.

Sebelumnya diberitakan Manajer Persatuan Sepakbola Ngada atau PSN Ngada, Ferdy Burah membantah bahwa pihaknya memainkan pemain tidak sah dalam pertandingan lanjutan 32 besar Liga 3 Nasional saat melawan Putra Sunan Giri (PSG) di Stadion Gelora Joko Samudro, Senin (16/12/2019).

Halaman
123
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved