Kamis, 9 April 2026

Kasus Novel Baswedan

Polisi Penyerang Novel Hanya Pasang Badan? Begini kata Ahli Hukum

Dua pelaku penyerang Novel Baswedan yang ditangkap Bareskrim Mabes Polri disebut hanya pasang badan. Lalu siapa sebenarnya aktor di balik penyerangan?

Editor: Adiana Ahmad
Tangkap Layar Kompas TV
Ini Wajah Dua Anggota Brimob Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Penyidik KPK, Ini Tanggapan Kapolri 

Polisi Penyerang Novel Hanya Pasang Badan? Begini kata Ahli Hukum

 
POS-KUPANG.COM - Di tengah pujian terkait keberhasilan Bareskrim Mabes Polri yang berhasil menangkap pelaku penyeran penyidik senio Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, masih ada nada nyinyir. 
Ada sebagian orang berpendapat jika dua anggota polisi aktif yang menyerang Novel Baswedan hanya pasang badan atau tameng untuk pelaku sebenarnya. 

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan diketahui terkena siraman air keras di wajahnya pada 11 April 2017 silam.

Meski Polri mendapat banyak apresiasi positif, dua pelaku penyerangan Novel disebut-sebut hanya sebagai 'orang yang pasang badan' saja.

Seorang Ahli Hukum, Muhtar Said memberikan komentarnya terkait spekulasi tersebut.

Menurut Said spekulasi yang berkembang adalah hal yang wajar karena terlalu lamanya proses penangkapan pelaku.

"Kalau orang berspekulasi tersebut itu adalah hal yang wajar, karena kasusnya bertahun-tahun mengambang tidak ada kepastian," ujar Said saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (28/12/2019) malam.

Said juga mengatakan kecurigaan publik bisa semakin mendalam karena alat bukti sudah didapatkan sejak awal.

"Padahal ketika sudah ada bukti awal yaitu rekaman, bagi saya dari pihak kepolisian rekaman itu adalah menjadi petunjuk yang sangat efektif."

"Apalagi Bareskrim ini mempunyai alat yang canggih ya," ujar Said yang juga seorang Peneliti Pusat Pendidikan & Anti Korupsi (PUSDAK ) Ilmu Hukum, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Jakarta.

Tertangkapnya pelaku penyerangan, menurut Said justru harus lebih diawasi proses penyidikannya oleh masyarakat.

"Justru adanya penangkapan ini, masyarakat terutama untuk kalangan akademisi hukum dan aktivis anti korupsi, harus mengawasi betul proses penyidikannya," tambahnya.

Inilah Wajah 2 Anggota Brimob Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Penyidik KPK, Ini Tanggapan Kapolri

Menurut Said hal itu berkaitan erat dengan rasa kepercayaan masyarakat kepada Polri.

"Itu penting supaya polisi juga terbuka kepada masyarakat motifnya apa," ujar Said.

Ia mengatakan untuk menambah kepercayaan kepada masyarakat, intinya Polri harus terbuka mengusut kasus penyerangan Novel Baswedan.

Said pun menuturkan, dilihat dari rekaman penyiraman air keras yang beredar, kasus terhadap Novel seperti sudah direncanakan.

Ia menambahkan kasus Novel ini seperti ada 'aktor' di belakang layar yang terlibat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved