Penduduk Miskin Di Ende Berkurang 1,02 Persen

indeks kedalaman kemiskinan di Kabupaten Ende turun sebesar 1.25 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penduduk Miskin Di Ende Berkurang 1,02 Persen
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Kepala BPS Ende Ir.Paulus Puru Bebe 

Penduduk Miskin Di Ende Berkurang 1,02 Persen

POS-KUPANG.COM|ENDE-- Pada tahun 2019,jumlah penduduk miskin di Kabupaten Ende berkurang kurang lebih 2.560 oang atau berkurang sebesar 1,02 persen dibandingkan tahun 2018. Penurunan kemiskinan ini merupakan yang terbaik diantara seluruh Kabupaten di provinsi NTT.

Kepala BPS Kabupaten Ende, Ir Paulus Puru Bebe mengatakan hal itu dalam rilis yang didapatkan Pos Kupang di Ende, Minggu (29/1/2019).

Paulus mengatakan indeks kedalaman kemiskinan di Kabupaten Ende turun sebesar 1.25 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjkkan bahwa rata-rata pengeluaran pendudk miskin semakin meningkat.

Indeks keparahan kemiskinan di Kabupaten Ende juga turun sebesar 0,57 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Artinya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin berkurang,ujar Paulus.

Garis kemiskinan di Kabupaten Ende tahun 2019 sebesar Rp 363.508 naik sebesar Rp 4.522 dibandingkan tahun sebelumnya.

Dikatakan untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini,kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Jadi penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan ujar Paulus.

Sumber data utama yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Susenas di Kabupaten Ende dilaksanakan dengan sampel 53 Blok sensus yang kemudian dipilih 530 rumah tangga dengan jumlah 10 rumah tangga untuk setiap blok sensus.

Pemilihan 10 rumah tangga ini dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat pendidikan kepala rumah tangga sehingga 10 sampel rumah tangga dalam setiap blok sensus terdiri dari berbagai tingkat pendidikan.

Garis Kemiskinan (KG) merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan GKNM).

Dikatakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilokalori perkapita perhari.

Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komodoti (padi-padian,umbi-umbian,ikan,daging,telur,dan susu,sayuran,kacang-kacangan,buah-buahan,minyak,dan,lemak).

Kodim 1618 TTU Beri Materi Wawasan Kebangsaan kepada Anggota THS-THM

Cegah Palak dan Pesta Miras Jelang Pergantian Tahun, Polsek Reo Patroli Malam

Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan,sadang,pendidikan dan kesehatan.

Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi diperkotaan dan 47 jenis komoditi dipedesaan.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved