Baru Selesai Dikerjakan, Pagar Puskesmas Waigete 'Dirobohkan' Banjir
Bangunan pagar Puskesmas Waigete di Desa Egon roboh akibat hujan lebat dan banjir
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
Bangunan pagar Puskesmas Waigete di Desa Egon roboh akibat hujan lebat dan banjir
POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Bangunan pagar Puskesmas Waigete di Desa Egon, 31 Km arah timur arah Kota Maumere, Pulau Flores yang belum lama selesai dikerjakan CV Hesty Indah, Sabtu (28/12/2019) petang roboh akibat hujan lebat dan banjir di wilayah itu.
Rubuhnya bangunan pagar itu menimbulkan tanda tanya mengenai kualitas bangunan pagar sepanjang 20-an meter. Onggokan sisa material menjadi tontonan warga.
• Berenang di Amaris Hotel Kupang Hanya Rp 50.000 Sudah Termasuk Ini
Kepala Desa Egon, Florianus Angelinus, Sabtu petang di lokasi kejadian menuturkan hujan dengan kuantitas tinggi melanda Desa Egon sekitarnya sejak pukul 17.00 Wita. Berselang satu jam, muncul banjir kiriman dari arah Gunung Egon.
Banjir juga menggenangi belasan rumah warga. Pagar Puskesmas Waigete tak luput dari terjangan banjir. Menurut warga, banjir kiriman ini karena luapan sungai di bagian selatan desa. Sejak lima tahun lalu, lokasi ini dijadikan penambangan material oleh beberapa perusahaan.
• Hujan Disertai Angin Iringi Prosesi Penguburan Chandra dan Rivaldy
"Tumpukan material menutup aliran air sungai, sehingga air meluap dan mengalir ke arah jalan dan pemukiman penduduk," kata Florianus.
Florianus Angelinus, telah menghubungi pimpinan salah satu perusahaan penambangan yang menumpuk material di aliran sungai. Dia meminta tumpukan material itu dipindahkan, sehingga tidak menghambat jalannya air sungai.
Warga Dusun Pigang, Desa Egon, Lukas Lepo, minta pemerintah meninjau kembali aktifitas penambangan. Menurut Lukas, banjir besar pertama kali terjadi di desa itu karena pengerukan material di sungai itu. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/baru-selesai-dikerjakan-pagar-puskesmas-waigete-dirobohkan-banjir.jpg)