Breaking News:

NTT Jadi Perhatian Pengembangan Alutsista Angkatan Darat

Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) kini tengah menjadi perhatian Markas Besar TNI Angkatan Darat

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Syaiful Rahman 

POS-KUPANG.COM | KUPANG --  Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) kini tengah menjadi perhatian Markas Besar TNI Angkatan Darat. Sebagai provinsi perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan Australia, NTT mendapat prioritas perhatian Mabes TNI AD untuk pengembangan kekuatan pertahanan. 

Selain pengembangan satuan, Mabes TNI juga melakukan pengembangan alutsista pertahanan Angkatan Darat di wilayah NTT

"Framenya, bahwa di NTT sedang dilaksanakan banyak sekali pengembangan satuan, jadi NTT saat ini menjadi pusat perhatian pimpinan dalam rangka pengembangan kekuatan," ujar Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Syaiful Rahman. 

Pilkada 2020 - Edi- Weng dan Deno-Madur Sudah Pasti

Ia mengatakan pengembangan satuan telah mulai dilaksanakan di wilayah Kabupaten Kupang NTT.  Pengembangan tersebut antara lain, dibentuknya Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) dan Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) di wilayah Camplong Kabupaten Kupang. Saat ini juga telah dibangun satu Batalyon Kavaleri di wilayah Kabupaten Belu. 

Selain itu, diproyeksikan akan dibangun Batalyon Perbekalan dan dan Angkutan (Yonbekang) pada 2021 dan Batalyon Kesehatan Angkatan Darat (Yonkes) pada 2022 di Camplong Kabupaten Kupang. 

Bupati TTS, Egusem Piether Tahun: Tim Reaksi Cepat Sudah Ambil Sampel Daging Kambing

Dalam waktu lima tahun ini, juga direncanakan akan dibangun satu batalyon di Kabupaten Ende Pulau Flores dan satu batalyon di wilayah Pulau Sumba. 

"Masyarakat harus siap terhadap perubahan, baik perubahan ekonomi, perubahan edukasi dan perubahan pertahanan," ujarnya. 

Dengan adanya unsur ketahanan semakin banyak, jelasnya, maka secara otomatis akan ada jaminan peningkatan keamanan. 

"Ketika aparat makin banyak emang makin rawan? Kan tidak, pastinya makin aman, karena apa? Semakin banyak aparat yang melakukannya pengamanan," jelas Danrem. 

Di Yon Armed akan ditempatkan meriam sersan kaliber 155 sementara di Batalyon Kavaleri Atambua ditempatkan 12 unit tank Panser Anoa2 6x6. Setiap Batalyon, jelasnya, akan diperkuat pasukan sejumlah 500 hingg 1000 orang.  "Semuanya terpusat di Kupang, itu kayak military base," katanya. 

Untuk pembangunan Korem, lanjutnya, saat ini sedang dilaksanakan kajian. Proses pembentukan telah dilaksanakan bertahap dengan pembangunan dan peresmian Kodim Sumba Barat Daya (SBD). 

"Ilustrasinya sama saat pengembangan atau pemekaran wilayah. Pengembangan satuan TNI selaras dengan kebutuhan pertahanan," katanya. 

Ia menjelaskan, pengembangan satuan selalu dilakukan berdasarkan kajian. Hal tersebut bukanlah sebuah perjalanan yang mutlak tapi terprediksi pasti akan terjadi. "Kita lihat bagaimana ancamannya, bagaimana kebutuhan mendesak dari situasi dan kondisi wilayah kita," pungkasnya.  (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved