Usai Lulus S3 Penampilan Ustadz Abdul Somad Langsung Berubah Lihat Fotonya Beda Banget dari Biasanya

Usai Lulus S3 Penampilan Ustadz Abdul Somad Langsung Berubah Lihat Fotonya Beda Banget dari Biasanya

Editor: maria anitoda
Instagram/ustadzabdulsomad_official
Usai Lulus S3 Penampilan Ustadz Abdul Somad Langsung Berubah Lihat Fotonya Beda Banget dari Biasanya 

UAS sampai di Mesir September 1998, selesai S1 Juli 2002.

S1 UAS selesaikan 3 tahun 10 bulan, 4 tahun kurang 2 bulan.

UAS sampai di Maroko bulan Desember 2004,

sidang S2 bulan November 2006.

S2 UAS selesaikan 1 tahun 11 bulan, 2 tahun kurang 1 bulan.

UAS terdaftar di OIU (Omdurman Islamic University)

Sudan bulan November 2017.

Selesai menulis disertasi Juli 2019, 1 tahun 8 bulan.

Disertasi berjudul:

"Kontribusi Hadratus-Syaikh Muhammad Hasyim Asyari Dalam Bidang Hadits di Indonesia"

600 halaman dinyatakan siap untuk disidangkan,

tapi kurang 4 bulan untuk memenuhi syarat dua tahun.

Maka sidang S3 dilaksanakan Desember 2019.

(foto: ketika S1,,S2,S3)

Postingan Ustadz Abdul Somad ini kemudian mendapatkan komentar dari netizen sebagai berikut:

@rezza.lucky: Ya tuan guru angkatlah tiang menjadi pelayan tuan,, tanpa bayaran apapun asal ilmu terus tuan berikan @ustadzabdulsomad_official 

@teukuramafatraya: Subhanallah, Tuan Guru sehat dan sukses selalu. Aamiin YRA

@yeninurpajar: MasyaAlloh....semoga Tuan Guru sehat selalu di lindungi Alloh SWT,Aamiin.

KIsah Ustadz Abdul Somad Lemas Saat Lamaran Ditolak Meski Lulusan Al Azhar dan Daarul Hadist

Ustadz Abdul Somad menyelesaikan pendidikannya S1 Al Azhar dan S2 Darul Hadits Maroko.

Dua ijazah itu ditenteng Ustadz Abdul Somad saat pulang kampung beberapa tahun lalu, 

Berbekal dua ijazah itu pula, Ustadz Abdul Somad pernah mencoba mengadu nasib di Jakarta.

Menurut Ustadz Abdul Somad, setelah menyelesaikan S2 di Maroko, dirinya sempat menetap satu bulan di kampung, lalu memutuskan merantau ke Jakarta.

Saat merantau di Jakarta, Ustadz Abdul Somad bekerja menerjemahkan buku.

"Buku yang dari Arab tu dibawa ke penerbit. Assalamualaikum Pak, saya mau menerjemah buku. Mungkin ada yang bisa dibantu," kata Ustadz Abdul Somad menyampaikan pengalamannya waktu itu, saat Pembekalan Mahasiswa Baru Sudan, belum lama ini.

Ya Ustadz Abdul Somad mengatakan, saat itu beberapa orang yang ditemuinya sangat sombong. Bahkan ada beberapa yang menolak.

"Kami sudah punya tim profesional katanya," cerita Ustadz Abdul Somad. 

Ustadz Abdul Somad mengatakan, saat itu upah menerjemahkan buku Rp 9 ribu untuk satu halaman.

Dalam sehari, dirinya bisa menerjemahkan 10 halaman. 

"200 halaman kadang buku itu, dapatlah satu juta delapan ratus ribu," katanya. 

Uang itulah yang digunakan Ustadz Abdul Somad untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Dirinya menegaskan tak mau bergantung kepada orangtua.

"Apalagi pada mertua, ndak," katanya.

Setahun kemudian ada tes. Ustadz Abdul Somad ikut memasukkan lamaran. 

Tes seleksi berkas ijazah, Ustadz Abdul Somad lulus, karena nilainya tinggi.

dan Ustadz Abdul Somad  kemudian ikut tes bahasa Arab dan Inggris, dan hasilnya lulus.

"Tes potensi akademik lulus, tes mengajar lulus. Tinggal tes terakhir wawancara. Dalam hati saya, lulus 70 persen," kata Ustadz Abdul Somad.

Kenapa dirinya berpikir begitu? Ustadz Abdul Somad mengatakan, karena dirinya S1 saya Al Azhar dan S2 Daarul Hadits.

"Saya menulis tesis 300 halaman pakai bahasa Arab, diuji orang Arab. Tiga profesor Arab yang menguji," katanya. 

Namun perkiraan Ustadz Abdul Somad meleset.

Saat sedang di metromini terminal Kampung Melayu, Jakarta, dirinya mendapat pesan singkat (sms).

"Saya sedang bergantung. Berbunyilah handphone. Tengok sms, mohon maaf tidak lulus. Lunak rasanya besi metro mini itu dipijak," kata Ustadz Abdul Somad. 

Menurutnya, itulah satu-satunya harapan saat itu.

Setelah tak lulus, Ustadz Abdul Somad kembali pulang ke kampung halaman setelah disuruh ibunya.

"Saya disuruh balik, maka balik. Saat itu Agustus 2008 pas bulan Ramadan," cerita Ustadz Abdul Somad.

"Saya tak dapat jadwal ceramah. Lalu dibawalah oleh Dr Musthafa Umar ke TVRI," kata Ustadz Abdul Somad.

Ramadan tahun berikutnya Ustadz Abdul Somad baru diberi jadwal ceramah.

Agar tidak salah masuk masjid, dirinya jam 4 sore mulai mencari tempat ceramah.

"Habis jalan aspal, masuk jalan semen, masuk gang kecil ada musola lampunya 5 watt. Disitulah diberi orang jadwal ceramah. Ada musola itu sampai sekarang," katanya.

Hari berganti musim berubah. Akhirnya Ustadz Abdul Somad ikut tes di UIN Suska Riau. 

Allah beri kemudahan dan dirinya berhasil lulus sebagai dosen.

"Dari 2008 saya balik sampi sekarang 2019 sudah 11 tahun. Abdul Somad 10 tahun lalu ingin nerjemahkan buku tak diterima orang. Sekarang saya tak menerjemah buku, tak menulis tak orang menulis," katanya.

Kemudian Ustadz Abdul Somad mengatakan, buku yang diterjemahkannya 2007-2008, sekarang dicetak ulang dan ditulis dengan huruf besar, 'buku ini diterjemahkan Abdul Somad Lc, MA'.

Pada Islamic Book Fair Jakarta, buku-buku itu dipajang. "Dalam hati saya bicara, dulu ditolak. Sekarang dicetak lagi," katanya.

UAS mengatakan, apapun yang terjadi sebenarnya bunga-bunga hidup saja.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul https://wartakota.tribunnews.com/2019/12/26/lulus-s3-dan-resmi-bergelar-doktor-penampilan-ustadz-ustadz-abdul-somad-kini-berubah?page=all

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved