Salam Pos Kupang

Natal dan Solidaritas Bagi Sesama

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul: Natal dan Solidaritas bagi sesama

Natal dan Solidaritas Bagi Sesama
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul: Natal dan Solidaritas bagi sesama

POS-KUPANG.COM - PERSEKUTUAN Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) sepakat Perayaan Natal tahun ini mengambil tema Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang.

Tentu PGI dan KWI memiliki dasar dan pertimbangan yang mendalam berkaitan dengan pemilihan tema. Di tengah krisis keteladanan dan kepedulian, jemaat/umat Kristen mesti menjadi sahabat bagi semua orang tanpa membeda-bedakan.
Namun ironisnya, perayaan Natal tahun ini diberapa wilayah dicekam oleh rasa takut akibat ancaman pelarangan dan persekusi.

Menarik, Pohon Natal dari Sampah Plastik OMK Stemada di Nagekeo Sampaikan Pesan Ekologi

Di Kabupaten Dharmaraya misalnya ada pemberitaan tentang pembatasan terhadap umat Kristen untuk merayakan Natal. Natal yang menjadi momentum pembebasan dan keberpihakan Allah justru menjadi sarana menebar ketakutan dan kebencian.

Tentu hal ini menimbulkan suasana batin yang tidak nyaman ditengah kondisi bangsa ini berupaya membangun sikap toleransi dan menghargai perbedaan. Luka yang ditorehkan menjadi kian dalam ketika negara gagal menghentikan persekusi dan pembatasan umat beragama dalam menjalankan ibadah dan kewajiban keagamaannya.

Pimpinan KPK Akan Cari Jubir Baru, Ini Respons Febri Diansyah

Negara tidak boleh kalah terhadap para pelaku persekusi dan para penganut agama mesti menghindarkan diri dari kesombongan berlebihan yang berdampak pada tergeseknya hubungan antar para penganut.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis menyempatkan diri memantau pengamanan Natal dan Tahun Baru di kota Kupang. Kedua petinggi ini mengingatkan aparat keamanan saling menjaga dan bekerja secara humanis melayani masyarakat.

Tentu keduanya ingin memastikan agar perayaan Natal umat Kristiani berjalan damai dan tertib. Namun semestinya ketegasan kedua petinggi ini justru diperlukan di wilayah-wilayah dengan tingkat toleransi yang rendah seperti Kabupaten Dharmasraya agar setiap umat beragama merasa nyaman dan tenang dalam melaksanakan kewajiban keagamaan.

Esensi Natal bukanlah penonjolan fakta historis akan kelahiran Yesus semata tetapi memberi makna kepedulian Allah akan kondisi dan situasi aktual manusia zaman ini. Natal adalah cara Allah bersahabat dengan manusia sedekat-dekatnya melalui Puteranya yang lahir di Betlehem.

Manusia Indonesia mesti memandang sesamanya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang setara dan dihargai sebagai sahabat seperjuangan dalam bingkai NKRI untuk membawa negara ini mencapai tujuannya sebagaimana amanat UUD 1945; memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Lalu mengapa kita makin jauh dari semangat ini? Salam Damai Natal. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved