Berita Pendidikan
Wiranto Bantah Jual Hanura Rp 200 Miliar, Nilai Munas OSO Abal-abal, Siap Bikin Munaslub
Pendiri Partai Hanura, Wiranto membantah isu yang menyebutkan bahwa ia telah menjual partai yang didirikannya kepada OSO.
POS-KUPANG.COM| JAKARTA - Pendiri Partai Hanura, Wiranto membantah isu yang menyebutkan bahwa ia telah menjual partai yang didirikannya itu sebesar Rp 200 miliar saat menyerahkan jabatan ketua umum kepada Oesman Sapta Odang ( OSO) tahun 2016 silam.
"Saat saya menyerahkan jabatan ketum ke Pak OSO timbul isu. Oh, Pak Wiranto ini jual partai, dapat Rp 200 miliar. Ini demi Allah, saya tidak dapat duit apa pun dari Pak OSO.
Bahkan saya larang minta uang dari Pak OSO," kata Wiranto saat menggelar konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/12).
Pernyataan Wiranto itu diamini OSO. Ditemui di arena Munas Partai Hanura di Hotel Sultan Jakarta, mantan Ketua DPD RI itu membantah isu bahwa ia membeli Partai Hanura senilai Rp 200 miliar dari Wiranto.
"Wah, saya tidak mau memfitnah Pak Wiranto karena nggak benar itu," kata OSO.
OSO memastikan isu tersebut sama sekali tidak benar.
"Kasihan Pak Wiranto dituduh menjual partai. Itu nggak benar, saya menolak itu karena tidak ada hal seperti itu. Yang ada, kami punya komitmen untuk membesarkan Partai Hanura," ucap OSO.
Wiranto sendiri menggelar konferensi pers di Hotel Atlet Century Park untuk mengkritik Munas yang digelar oleh kepengurusan OSO di Hotel Sultan Jakarta.
Dalam munas tersebut, Presiden Joko Widodo dan Wiranto sebagai Dewan Pembina tidak diundang.
"Lazimnya munas itu mengundang presiden, ketua dewan pembina diundang, orang yang membesarkan partai. Ini kan aneh. Saya enggak sakit hati (karena tidak diundang)," kata Wiranto.
Wiranto lantas mempertanyakan alasan ia tak diundang. Alasan yang ia dapat adalah karena berdasarkan hasil Munas Hanura 2015 lalu tidak ada posisi Dewan Pembina di AD/ART.
"Di sana memang, dalam struktur organisasi hasil AD/ART, enggak ada dewan pembina.
Sehingga, katanya saya enggak diundang. Tapi ingat, hasil munas di Solo, Ketua Umumnya itu saya, bukan Pak OSO," tegas Wiranto.
Wiranto mengaku sebenarnya tidak mau berkonflik dengan siapa pun di partai yang ia dirikan itu. Apalagi dengan pengurus DPP Hanura saat ini.
"Saya pendiri partai, sehingga tidak pantas saya berkonflik dengan partai. Saya hari ini tidak ingin berkonflik dengan siapa pun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pendiri-partai-hanura-wiranto-menggelar-konferensi-pers.jpg)