Senin, 13 April 2026

Penancapan Perdana Tiang Baja Gereja Yesus Maria Yosef Liliba

Gereja Yesus Maria Yosef (YMY) menandai pembangunan mereka dengan melakukan penancapan tiang baja pertama mereka dengan doa seremonial yang dipimpin o

Editor: Ferry Ndoen
Putri Azalia
Panitia pembangunan berfoto didepan pikar baja pertama. 

POS KUPANG|KUPANG Gereja Yesus Maria Yosef (YMY) menandai pembangunan mereka dengan melakukan penancapan tiang baja pertama mereka dengan doa seremonial yang dipimpin oleh RD. Kris Saku, Pr. dan diiringi oleh tarian adat.

Acara ini berlangsung di Gereja Yesus Maria Yosef, tepat disebelah kapel lama mereka di Jl. Farmasi, Liliba pada hari Rabu (18/12/2019).

Bendahara pembangunan, Drs. John Castillio yang ditemui di kesempatan tersebut berkata ini merupakan momen yang mereka inginkan sejak tahun 2007 saat pertama kali didirikannya Gereja Yesus Maria Yosef ini.

Menurutnya, seiring dengan pertumbuhan jemaat, gereja membutuhkan gedung yang dapat menampung semua umat Tuhan yang ingin datang beribadah, Karena jumlah jemaat mereka yang saat ini berkisar kurang lebih 4000 jiwa. "gereja butuh pembangunan ini agar dapat menampung semua jiwa yang ingin beribadah." terangnya.

Rencananya gereja akan dibangun dengan luas 22 x 56 meter persegi dan memiliki 6 menara, Masing-masing menara akan dibangun dengan tinggi 18 meter dan menara tertinggi akan dibangun dengan tinggi kurang lebih 30 meter .

Persebaya Surabaya Hancurkan Persija Jakarta, Lihat Reaksi Jakmania Ngamuk di Lapangan

Menurut John, perkiraan pengerjaan ini akan memakan waktu selama satu minggu, dan pada januari diperkirakan sudah akan ada atap untuk jemaat dapat beribadah dan dapat menampung kurang lebih 2000 jiwa untuk sekali ibadah. "sisa tembok dan lain-lain menyusul" terangnya.

Pembangunan Gereja juga menganggarkan dana sekitar 11 miliar rupiah yang merupakan hasil dari iuran jemaat setiap bulannya. Jumlahnya tidak ditentukan oleh gereja, hanya berdasarkan kemampuan jemaat. "kalau mampu 50 ribu kasih 50 ribu. Kalau mampu 1 juta, kasih 1 juta." ujarnya

Sekertaris DPS, Fransiskus Ganggas juga mengharapkan adanya perhatian dari berbagai pihak terkait pembangunan ini, dan terbuka dengan berbagai bantuan agar mereja tidak lagi bergereja di gereja dinding. "satu-satunya gereja dinding di dalam Kota Kupang ini kami saja." terangnya.

APES! Dua Jambret Tambora Beraksi Persis di Depan Mata Polisi, Begini Kondisi dan Nasib Mereka

Untuk antisipasi membeludaknya jumlah jemaat saat hari raya Natal dan Tahun baru, John berujar bahwa gedung Gereja lama sudah dipotong 2/3 bagian untuk pembangunan ini, sehingga tenda akan dibuka di lapangan seberang jalan gereja dan di depan gereja, namun tidak menutup kemungkinan juga ada tutup jalan dadakan karna banyaknya jumlah umat beribadah. "Jalan tidak kita tutup. Hanya kalau jemaat semakin banyak ya sampai ke jalan. Pengemudi mau tidak mau harus cari jalan lain" tutupnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved