Pengda Hakli NTT Gelar Seminar Nasional di Ende
Pengda Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan ( Hakli) NTT menggelar seminar nasional di Ende
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Kanis Jehola
Pengda Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan ( Hakli) NTT menggelar seminar nasional di Ende
POS-KUPANG.COM | ENDE - Pengda Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan ( Hakli) NTT menggelar seminar nasional dengan tema peran sanitarian dalam pencegahan stunting melalui sanitasi total berbasis masyarakat, Kamis (12/12/2019) di Aula Syuradikara Mart, Kota Ende.
Ketua Panitia Kletus Marselinus Wika, S.KM dalam laporannya mengatakan seminar tersebut dengan materi strategi percepatan pembangunan air minum dan sanitasi dalam mendukung integrasi STBM dan Stunting di NTT.
• Pilkada 2020 - PKB NTT Tidak Akomodir Bakal Calon Napi Koruptor
Juga tentang kolaborasi profesi kesehatan untuk pencegahan stuting di NTT serta legalitas profesi sanitarian dan adaptasi perubahan iklim untuk pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Sebagai narasumber pada pelaksnaaan seminar yakni materi strategi percepatan air minum dan sanitasi dalam mendukung intergrasi STBM dan Stunting di NTT oleh Kepala Seksi Kesling Dinas Kesehatan Provinasi NTT ( Ari Priyadi, SKM).
• Mantan Rektor Unimor Prof. Sirilius Seran Diadukan ke Kejari TTU
Juga materi Kolaborasi Profesi Kesehatan untuk pencegahan stunting di Provinsi NTT oleh Direktur Poltekes Kemenkes Kupang ( Dr. R.H Kristin, S.KM,M.Kes) serta materi Legalitas Profesi Sanitarian oleh Ketua HAKLI Provinsi NTT (Micael Johan S.Takesan, S.KM,M.Si).
Serta materi Adaptasi Perubahan Iklim untuk pencegahan penyakit berbasis lingkungan oeh Dr. Leni Cahyani, S.Kep, Ns, M.Sc.
Hadir dalam seminar itu sebanyak 133 orang tenaga sanitarian yang tergabung didalam Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan ( Hakli) dari Pengcab Ende dan Ngada dan Nagekeo serta Manggarai Timur dan Manggarai serta TTU dan Kabupaten Sikka.
Direktur Poltekes Kemenkes Kupang ( Dr. R.H Kristin, S.KM,M.Kes) dalam materi Kolaborasi Profesi Kesehatan untuk pencegahan stunting di Provinsi NTT mengatakan bahwa tenaga sanitarian berperan cukup vital dalam pencegahan stunting.
Dikatakan bahwa Provinsi NTT saat ini masih menyumbang terjadinya kasus stunting secara nasional. Oleh karena itu semua pihak harus berperan mencegah stunting terutama tenaga sanitarian juga orangtua.
Dikatakan secara kelembagaan Poltekes Kemenkes Kupang juga ikut berperan mengurangi stunting dan cara yang dilakukan adalah para mahasiswa semester akhir diminta mendampingi keluarga yang diindikasikan menderita stunting minimal satu mahasiswa satu keluarga. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Romualdus Pius)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pengda-hakli-ntt-gelar-seminar-nasional-di-ende.jpg)