Mantan Rektor Unimor Prof. Sirilius Seran Diadukan ke Kejari TTU

Mantan Rektor Universitas Timor ( Rektor Unimor) Prof. Sirilius Seran diadukan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Timor Tengah Utara ( Kejari TTU)

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala Sub Bagian Penjaminan Mutu Unimor, Robertus Kefi 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Mantan Rektor Universitas Timor ( Rektor Unimor) Prof. Sirilius Seran diadukan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Timor Tengah Utara ( Kejari TTU), Kamis (12/12/2019).

Mantan orang nomor satu di universitas negeri yang ada di wilayah perbatasan itu dilaporkan ke Kejari TTU oleh Kepala Sub Bagian (Kasubag) Penjaminan Mutu Unimor, Robertus Kefi.

Prof. Sirilius Seran diadukan ke Kejari TTU terkait dengan pengelolaan dana hibah sebesar Rp 4 miliar lebih dari Yayasan Pendidikan Cendana Wangi ( Sandinawa) tahun 2015.

PT Hikam Jamin Masuknya Kapal Mini Tanker Atasi Permasalahan BBM di Lembata

Pasalnya, Prof. Sirilius Seran bertindak sebagai orang yang menerima dan menggunakan dana miliaran rupiah tersebut. Bukan hanya Prof. Sirilius Seran, namun ada beberapa pihak lain yang dilaporkan dalam kasus ini.

Usai melaporkan, Robertus Kefi kepada media mengungkapkan, dirinya melaporkan terkait dengan pengelolaan dana hibah tersebut karena sudah menjadi temuan dari Inspektorat Jenderal Kementrian Riset dan Teknologi ( Kemenistedik) dan dari Satuan Pengawas Internal (SPI) Unimor.

Belanja Furniture di Informa Lippo Plaza Kupang Dapatkan Cashback 20 Persen

"Dari kedua institusi ini, ternyata ada temuan dana hibah sebesar Rp 4 miliar yang dikasih oleh yayasan dan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu sekitar Rp 3 miliar lebih," ujarnya.

Atas temuan tersebut, jelas Robertus, dirinya memutuskan untuk mengantarkan dua dokumen tersebut ke Kejari TTU untuk dapat ditindaklanjuti. Sebab dua dokumen tersebut sudah menjadi temuan yang harus ditindaklanjuti.

"Kalau tidak dilaporkan maka kami yang disalahkan. Karena kesannya kami yang melindungi dan kami menutup-nutupi hasil temuan," ujarnya.

Robertus mengatakan, yang bertanggung jawab terhadap laporan tersebut yakni Mantan Rektor Unimor, Prof. Sirilius Seran, Wakil Rektor II Dominikus Kopong, dan jajaran bagian keuangan Unimor pada saat itu.

"Yang dua sudah selesai masa jabatannya, dan yang lainnya masih aktif sampai sekarang ini. Mereka merupakan staf dan Kabag di bagian keuangan Unimor. Jadi laporan ini dibuat karena mereka tidak mampu menunjukan kuitansi dan bukti lainnya," terangnya.

Robertus mengungkapkan, salah satu item yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam pengelolaan dana tersebut yaitu perjalanan dinas fiktif oleh pejabat Unimor.

"Kemudian ada beberapa kegiatan lainnya yang ada di hasil pemeriksaan," ungkapnya.

Robertus mengharapkan, kepada Kejari TTU menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal Kementrian Riset dan Teknologi serta dari Satuan Pengawas Internal Unimor.

"Dan kalau bisa uangnya dikembalikan, karena uang ini adalah uang mahasiswa. Uang dinyatakan sebagai uang publik apabila didapat lebih dari satu orang. Jadi memang harus bisa dipertanggungjawabkan," terangnya.

Kasie Intel Kejari TTU, Mario Situmeang membenarkan bahwa ada seseorang yang datang dan menemui dirinya untuk melaporkan terkait dengan pengelolaan dana hibah di Unimor. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved