Berita Kesehatan
dr. Kresnawati Wahyu Setiono: Persiapan Menghadapi Penyakit Pada Musim Pancaroba
dr. Kresnawati Wahyu Setiono: Persiapan Menghadapi Penyakit Pada Musim Pancaroba. Cuaca seringkali tak menentu atau pancaoba.
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Saat ini kita merasakan bahwa cuaca seringkali tak menentu. Musim Panca roba namanya. Pagi hingga siang hari teriknya matahari kita rasakan, namun tiba-tiba mendung dan muncul hujan.
Beberapa waktu lalu, warga digemparkan dengan adanya angin puting beliung. Cuaca seperti yang tak menentu seperti ini membuat kita mudah terserang penyakit.
Penyakit yang dapat ditularkan melalui angin kita kenal dengan nama aerosol. Aerosol dapat berupa titik-titik air di udara yang dikeluarkan oleh seseorang yang sedang sakit melalui bersin atau batuk.
Aerosol ini akan terhirup oleh sesorang yang berada di sekitar orang yang sakit. Air dari air hujan membawa kebaikan dan keburukannya sendiri. Air merupakan komponen penting dalam hidup manusia. Ketersediaan akan sarana air bersih diperlukan oleh manusia demi kesehatannya.
• CPNS 2019- Kemenkumham Umumkan Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2019 Hari Ini,Cek Namamu di SSCASN
Kali ini kita akan membahas tentang beberapa penyakit yang ditularkan melalui aerosol dan air. Pertama akan dibahas penyakit yang ditularkan melalui aerosol.
Selesma
Selesma atau common cold atau batuk-pilek adalah infeksi virus ringan yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.
Anak-anak lebih sering untuk mengalami selesma dibandingkan orang dewasa.
Selesma adalah infeksi virus yang sangat mudah menular. Penyakit ini dapat sembuh sendiri walaupun tanpa pemberian obat-obatan, dan karena disebabkan oleh virus, maka penggunaan antibiotik tidak diperlukan pada pengobatannya.
• Ini 5 Poin Konferensi Pers Sekber Serikat Karyawan Garuda Indonesia,Stop Silang Pendapat & Mohon Doa
Gejala selesma sama untuk anak-anak dan dewasa, yang berupa hidung tersumbat, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, bersin-bersin, nyeri kepala, kehilangan nafsu makan, mata berair, dan tidak jarang didapatkan nyeri telinga.
Gejala selesma sangat mirip dengan flu, namun keduanya merupakan penyakit yang sangat berbeda.
Pengobatan untuk selesma lebih diberatkan pada pengurangan gejalanya. Seperti penggunaan paracetamol untuk mengatasi demam dan mengurangi rasa nyeri kepala.
• Teka Teki Motif Pembunuhan Keji Mahasiswi Cantik Di Bengkulu Dikubur Belakang Indekos Mulai Terkuak
Jika selesma memberat dan berlansung hingga beberapa hari, perlu dicurigai adanya penyakit lain yang menyertai dan memerlukan konsultasi dokter.
Flu (Influenza)
Flu adalah penyakit akibat virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Pada kebanyakan orang, flu dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada orang-orang tertentu flu dapat menimbulkan komplikasi yang mematikan.
Orang-orang tertentu yang dimaksud seperti bayi, balita, usia di atas 65 tahun, ibu hamil, obesitas, diabetes, sedang kemoterapi, atau sedang terapikortikosteroid jangka panjang.
• RESMI, Gibran Putra Jokowi Daftarkan Diri Jadi Calon Wali Kota Solo, Begini Reaksi Achmad Purnomo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/nyamuk-anopheles-malaria.jpg)