PMKRI Gelar Demo Kritisi Pembangunan Di Kabupaten Ende

terkait penutupan jalan Negara di seputaran area Simpang Lima, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende.

PMKRI Gelar Demo Kritisi Pembangunan Di Kabupaten Ende
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
PMKRI Cabang Ende Saat Melakukan Aksi Demo, Sabtu (7/12/2019). 

PMKRI Gelar Demo Kritisi Pembangunan Di Kabupaten Ende

POS-KUPANG.COM|ENDE--Puluhan aktifis PMKRI Cabang Ende menggelar aksi demo mengkritisi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Ende utamanya pembangunan di Kota Ende, Sabtu (7/12/2019) .

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangi oleh Ketua Presedium,Firmus Rigo dan Sekretaris Jenderal, Frederikus Nuka PMKRI Cabang Ende, PMKRI menyatakan bahwa di Kabupaten Ende khususnya, saat ini sedang getol pembangunan infrastruktur mulai dari jalan dan pelabuhan serta gedung perkantoran dan juga pembangunan penataan taman di dalam kota untuk mempercantik kota itu sendiri sehingga indah dipandang mata.

PMKRI menyatakan pada prinsipnya sebagai masyarakat tentunya sangat disepakati karena akan berdampak baik terhadap beberapa aspek kehidupan.

Namun di lain sisi, ada keresahan terselubung yang dialami masyarakat terkait dampak dari pembangunan itu sendiri yang di duga kuat tidak direncanakan sesuai kaidah perencanaan itu sendiri.

Saat ini sedang hangat diperbincangkan di ruang publik, terkait salah satu item pembangunan di Kabupaten Ende yang seyogianyana sangat meresahkan dan merugikan masyarakat.

Salah satu sorotan hangat yang diungkapkan oleh masyarakat Kabupaten Ende yaitu terkait proyek air mancur simpang lima dan penataan tugu dan taman monumen Pancasila.

Urgensi keluhan masyarakat adalah terkait penutupan jalan Negara di seputaran area Simpang Lima, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende.

Keluhan yang disampaikan masyarakat merujuk pada lumpuhnya beberapa ruas Jalan yang saat ini belum bisa difungsikan sama sekali. Lebih dari itu dari data dan Informasi yang diperoleh sangat memungkinkan bahwa sangat fatal karena penutupan Jalan Simpang Lima sangat menghambat aktifitas publik. Di samping itu, Simpang Lima merupakan titik sentral.

BREAKING NEWS: Rumah Bidan di Desa Umaleu Lembata Ludes Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya

Ricuh di Rakernas PAN, Terjadi Aksi Dorong Antarkader, Amien Rais Naik Panggung Minta Ucapkan Ini

Hal lain juga berimbas pada transportasi di dalam kota karena menghubungkan beberapa jalur penting sehingga terjadi hambatan yang dialami sebagian besar masyarakat termasuk para pengusaha pertokoan karena mengalami keterhambatan dalam mendistribusikan barang akibat lumpuhnya akses tersebut.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved