Berita Pendidikan
Gelar Workshop K13, UMK Tingkatkan Kompetensi Calon Guru
Universitas Muhammadiyah Kupang UMK menggelar workshop kurikulum 2013 untuk meningkatkan kometensi calon guru.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Apolonia Matilde
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) menggelar workshop kurikulum 2013.
Workshop dengan tema "Peningkatan Kompetensi Calon Guru Sosiologi Abad 21" diinisiasi oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK.
Workshop kurikulum pembelajaran tersebut dilaksanakan selama lima hari, sejak 28 November hingga 2 Desember 2019.
• ZODIAK CINTA JOMBLO Sabtu 7 Desember 2019: Taurus Sahabat Jadi Cinta, Cinta Leo Sudah Mulai Mandek
Tercatat sebanyak 96 mahasiswa semester VII Prodi Pendidikan Sosiologi ikut dalam kegiatan wajib yang berlangsung di Lantai 5 Gedung D Kampus UMK tersebut.
Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi, Arifin, S.Pd, M.Pd, kepada Pos Kupang, Jumat (6/12/2019), mengatakan, workshop bagi calon guru dilaksanakan untuk memperkenalkan sekaligus memantapkan pemahaman dan kemampuan mahasiswa program studi terkait Kurikulum 2013 atau yang lebih dikenal sebagai K13.
"Kegiatan dengan tema Peningkatan Kompetensi Calon Guru Sosiologi Abad 21 kita buat dalam rangka memberikan nutrisi tambahan terkait dengan pendalaman materi-materi K13 bagi para calon guru," kata Arifin.
• Saleh Husin Yakin Ari Kuncoro Mengangkat Universitas Indonesia Berkelas Dunia
Arifin mengatakan, tantangan ke depan bagi calon guru semakin berat, karena berhadapan dengan pengaruh era globalisasi abad 21.
Momen kegiatan ini, katanya, sebagai bentuk persiapan sekaligus bekal bagi para mahasiswa calon guru yang akan melaksanakan tugas Pendidikan.
"Dengan ini (workshop), maka mereka sudah punya pengalaman terkait dengan kurikulum dan pembelajaran. Mereka tidak asing lagi dengan kurikulum 2013," katanya.
• KIper Persib Ingin Bayar Kekecewaan Usai Maung Bandung Kalah Dua Laga, PSS Sleman Jadi Sasaran?
Ia menjelaskan, peserta kegiatan juga merupakan angkatan pertama Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Kupang. Mereka rencananya akan melaksanakan Praktek Lapang (PPL) pada tahun depan.
"Jadi kegiatan ini sekali lagi saya sampaikan bahwa kematangan dan kesiapan yang terus dilakukan secara serius bagi calon-calon guru sosiologi agar mereka betul-betul siap dalam melakukan proses praktek lapangan nanti," tambahnya.
Pemateri kegiatan workshop terdiri dari para praktisi yang merupakan instruktur kurikulum.
Ada Nani Suharni S.Sos, Instruktur K13 Provinsi NTT yang juga merupakan guru pada SMA Negeri 8 Kupang dan instruktur K13 Kabupaten/Kota, Arifin, S.Sos, guru SMAN 6 Kupang.
• Andre Koreh: Jangan Lalai Pertanggungjawabkan Administrasi Keuangan Dana Hibah KONI NTT
Instruktur K13, Nani Suharni, mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi para calon guru terutama calon guru sosiologi diharapkan menjadi model.
Ia mengatakan, karena Prodi Pendidikan Sosiologi adalah satu-satunya di NTT.
"Mau tidak mau prodi harus banyak kegiatan yang mendukung lulusannya agar siap pakai di masyarakat sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar," pungkasnya.
Peserta pun mengapresiasi workshop tersebut. Salah satu mahasiswa, Harmiyati mengatakan workshop kurikulum 2013 yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Sosiologi sangat membantu mahasiswa agar tidak hanya memahami secara teori, tetapi dapat langsung dipraktekan.
"Meskipun kami sudah mempelajari di bangku perkuliahan, namun workshop K13 ini bermanfaat bagi kami," katanya.
Ia mengaku, selama kegiatan animo dan perhatian mereka sungguh-sungguh.
Semua mahasiswa diakuinya aktif hingga workshop usai. (*)