Trilateral Kupang - Dili- Darwin Digelar, Indonesia Ingin Realisasikan Konektifitas Udara

Saat ini Tim Indonesia ingin merealisasikan konektifitas udara yang paling realistis untuk bisa diwujudkam sesegara mungkin

Trilateral Kupang - Dili- Darwin Digelar, Indonesia Ingin Realisasikan Konektifitas Udara
POS KUPANG/ISTIMEWA
Pose bersama antara delegasi Indonesia (NTT) ,Timor Leste dan Pemerintah Australia, Selasa (3/13/2019). 

Trilateral Kupang - Dil i- Darwin Digelar, Indonesia Ingin Realisasikan Konektifitas Udara

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Australia, Timor Leste dan Indonesia melangsungkan pertemuan Forum Kooperasi Ekonomi Trilateral di Hilton Darwin (2-3/12/2019).

Pada forum ini dari Indonesia diantaranya dihadiri oleh Konsul Republik Indonesia untuk Northern Territory, Dicky D Soerjanatamihardja, Prof Cameo, Ketua KADIN NTT, Ir Abraham Paul Liyanto, pihak Maskapai Penerbangan TransNusa Aviation, Leo Budiman dan Rektor Undana Prof Ir Fredik L Benu, M.Si, Vice Rector for Cooperation, I Wayan Mudita.

Pada kesempatan ini Konsul Republik Indonesia untuk Northern Territory, Dicky D Soerjanatamihardja, mengatakan pada pertemuan ini bertujuan untuk mengeksekusi konektifitas kerja sama di bidang pariwisata, perdagangan dan investasi.

"Saat ini Tim Indonesia ingin merealisasikan konektifitas udara yang paling realistis untuk bisa diwujudkam sesegara mungkin melalui carter flight dan regular flight untuk rute kupang Darwin dan Indonesia bagian timur. Kemudian juga didorong melalui laut untuk mendorong perdagangan," tuturnya.

Sedangkan menurut Prof Cameo, trilateral meeting yang dilaksanakan sedikit jauh dari ekspetasi tapi delegasi dari NTT berikan tekanan dalam tanda kutip trilateralnha lebih fokus terutama untuk kepentingan daerah NTT.

Sehingga memutuskan dua fokus yaitu konektifitas yang menghubungkan Kupang-Dili-Darwin dan kegiatan ekonomi koorperasi dalam bentuk zona perdagangan ekonomi bebas antara Timor Leste dan Indonesia.

Pada forum tersebut Ketua KADIN NTT, Ir Abraham Paul Liyanto secara tegas menyampaikan permintaan dari NTT-Indonesia yaitu free trade zone atai zona perdagangan bebas antara Timor Leste dan NTT.

"Free Trade Zone sudah 10 tahun hanya ngomong-ngomong saja, apa sulitnya. Bicara trilateral, action dulu dengan order darat. Bila semua free trade zone berjalan semua diuntungkan tidak ada lagi jalan tikus, mafia-mafia dan terkontrol semua perdagangan karena free trade zone dijamin negara di sana untung, di sini untug tidak ada ruginya. Kami diuduk sama-sama untuk menyelesaikan persoalan itu," terangnya.

Riwayat Kasus Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab hingga Terbang Arab Saudi: Mangkir hingga Dicekal

Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya Resmi Miliki Depot Pengisian Aftur Pesawat

Renungan Pagi Kristen Protestan, Senin, 2 Desember 2019 : Tetap Harum Walau Diinjak

Pihak Maskapai Penerbangan TransNusa Aviation Mandiri, yang dihadiri Leo Budiman menyambut baik dan sangat mendukung terjadinya perkembangan di Pulau Timor terutama di konektifitas udara di tiga negara. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)


Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved