Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Dirundung Kesedihan

Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Dirundung Kesedihan Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Dirundung Kesedihan

Penulis: Ryan Nong | Editor: Alfred Dama
POS-KUPANG.COM/DOK
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya 

Berapa lama limit waktu peletakan batu pertama dengan berakhirnya masa jabatan Anda?
Ya itu waktunya satu setengah bulan.

Setelah peletakkan baru pertama, apa fokus Anda?
Saat itu saya gunakan waktu untuk pamit di beberapa kabupaten, karena mereka mendukung selama ini

Kapan Anda tahu proyek bermasalah?
Tahu ketika dapat surat panggilan itu. Jadi ini terjadi setelah saya selesai menjabat. Saya memang tidak ikut masalah ini sejak awal. Saya tidak tahu karena waktu itu saya sibuk keliling kampanye. Ketika saya dipanggil saya baru tahu proyek bermasalah.

Reaksi Anda ketika menerima surat panggilan dari Kejaksaan?
Ya...saya bilang, nanti saya datang. Dengan harapan bisa membantu untuk lebih terang, sebab memang saya berpikir ke wanprestasi.

Proses hukum kasus ini terus bergulir. Dari jaksa kemudian ke pengadilan. Pesan apa yang mau disampaikan dari sikap kooperatif Anda?
Saya diminta keterangan oleh jaksa satu kali di kejaksaan tinggi. Di persidangan saya sudah empat kali. Saya menghormati proses hukum, saya memberi keterangan.
Apakah keterangan saya meringankan atau memberatkan terdakwa saya tidak tahu. Saya beri keterangan apa adanya.

Anda yakin tidak terlibat?
Saya yakin. Saya katakan seratus persen saya tidak terlibat dalam (korupsi) NTT Fair ini. Saya berjanji dari awal menjabat, saya tidak mungkin mencederai daerah ini. Saya berjuang supaya daerah ini menjadi baik dan rakyat menjadi sejahtera. Jadi saya yakin saya tidak terlibat. Sebagai gubernur saya punya tanggung jawab moral. Tidak ingin membuat mereka sulit. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved