News

KBM SMAK Sint Pieters Waikabubak Tidak Normal, Guru dan para Siswa Desak Kepala Sekolah Mundur

Permintaan para siswa dan guru untuk menormalisasi kegiatan belajar mengajar yang hampir enam bulan terakhir ini tidak berjalan normal.

KBM SMAK Sint Pieters Waikabubak Tidak Normal, Guru dan para Siswa Desak Kepala Sekolah Mundur
POS KUPANG/PETRUS PITER
Ratusan siswa siswi dan guru SMA Katolik Sint Piters mendatangi Polres Sumba Barat, Rabu (27/11/2019) yang bersedia menjadi saksi utk memberi keterangan atas kejadian pelemparan sekolah tanggal 6 Nopember 2019. Siwa siswi meminta jangan hanya 6 orang yang dipanggil tetapi mestinya semua siswa karena kejadian itu spontan dan dilakukan masa siswa siswi. 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Petrus Piter

POS KUPANG, COM, WAIKABUBAK - Para guru dan siswa SMA Swasta Katolik Sint Pieters Waikabubak, Sumba Barat, mendesak kepala sekolah setempat, Bulu Kalumbang, S.Pd, mengundurkan diri.

Sebaliknya para guru dan siswa meminta Ketua Yayasan, Romo Kristianus Bernardus Reda, Pr, mengaktifkan kembali kepala sekolah lama, Romo Arnoldus Tiko, Pr menakhodai SMA Sint Pieters Sumba Barat.

Permintaan para siswa dan guru untuk menormalisasi kegiatan belajar mengajar yang hampir enam bulan terakhir ini tidak berjalan normal.

Permintaan para guru dan siswa disampaikan di Waikabubak, Kamis (28/11/2019). Menurut guru dan siswa, sejak awal mereka menolak rencana pergantian kepala sekolah.

Pasalnya, Kepala Sekolah Romo Arnoldus Tiko, Pr, baru enam bulan menjabat dan mulai menata sekolah justru diganti kepala sekolah baru yang adalah seorang pensiunan guru.

Kini, pergantian kepala sekolah berdampak tidak kondusifnya kegiatan belajar mengajar. Bahkan tanggal 6 November 2019 terjadi pelemparan sekolah karena siswa-siswi kesal kegiatan belajar mengajar tidak normal.

Angkat Kaki
Ketua Yayasan Sint Paul Waikabubak, Romo Kristianus Bernardus Setu, Pr, mengatakan, mengangkat dan memberhentikan kepala sekolah, guru dan pegawai SMA Sint Pieters Waikabubak merupakan wewenang yayasan selaku pendiri sekolah.

"Para guru yang tidak setuju dengan keputusan yayasan segera angkat kaki dari sekolah ini. Bagimana mungkin yayasan yang mengangkat Anda menjadi guru, kok mengikuti keinginanmu. Kebijakan yayasan hanya bertujuan menata ketertiban pengelolaan keuangan dan administrasi agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Apa yang dilakukan yayasan saat ini sesuai aturan main, dalam hal ini AD/ART Yayasan Sint Paul Waikabubak selaku pendiri sekolah SMA Katolik Sint Pieters," tegas Romo Kristianus di Paroki Santo Petrus dan Paulus Waikabubak, Jumat (29/11/2019).

Romo Kristianus didampingi Bendahara Yayasan Sint Paul, Agustinus Boli Wuwur, menjelaskan keputusan Yayasan Sint Paul memberhentikan Kepala Sekolah Sint Pieters, Romo Arnoldus Tiko, Pr dan mengangkat Bulu Kalumbang, S.Pd tentu telah melalui evaluasi dan kajian detail sesuai ketentuan AD/ART Yayasan Simt Paul.

"Dan, tidak benar bila para guru dan siswa-siswi menuntut yayasan menjelaskan alasan pemberhentian itu. Hal tersebut hanya dapat disampaikan kepada para pihak yang berkepentingan dengan keberlangsungan organisasi sekolah," tegas Romo Kristianus.

Keduanya juga membantah menurunkan gaji pokok guru. Yang terjadi hanya menurunkan uang tunjangan jabatan wali kelas dan lainnya. Misalnya, dari Rp 200.000 menjadi Rp 100.000.

Sedangkan gaji tetap terima utuh. Hal itu karena berdasarkan hasil evaluasi, wali kelas dan lainnya tidak dapat menunjukkan tugas dan kewajibannya sebagai seorang wali kelas.

"Bagaimana yayasan memberi tunjangan sementara yang bersangkutan tidak mengerjakan apa-apa. Tunjangan yang diberikan berbasis kinerja," tegas Romo Kristianus diamini Boli Wuwur. *

Penulis: Petrus Piter
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved