Nadiem Ungkap 2 Alasan Mau Jadi Mendikbud, Akui Nyaman di Gojek, Tinggalkan Aset Triliunan Rupiah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim tampil di acara MataNajwa, Minggu (1/12/2019) malam.

Editor: Agustinus Sape
Youtube Najwa Shihab/capture
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim saat tampil di acara Mata Najwa yang tayang di Trans 7, Minggu (1/12/2019) malam. 

Wow! Nadiem Makarim Ungkap 2 Alasan Mau Jadi Mendikbud, Akui Nyaman di Gojek, Tapi Tinggalkan Aset Triliunan Rupiah

POS-KUPANG.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim tampil di acara MataNajwa, Minggu (1/12/2019) malam.

Host MataNajwa, Najwa Shihab berhasil membongkar banyak tentang menteri berusia 35 tahun itu.

Termasuk, mengapa Nadiem Makarim bersedia menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud).

Nadiem Makarim sebelumnya dikenal sebagai CEO Gojek dengan kekayaan mencapai Rp 1,4 triliun.

Nadiem Makarim memilih meninggalkan perusahaan jasa transportasi online yang dirintisnya.

Padahal perusahaan yang dirintisnya tersebut kini telah memiliki aset triliunan rupiah.

Tinggalkan aset triliunan rupiah demi jadi Mendikbud, Nadiem Makarim ungkap alasannya.

Nadiem Makarim menegaskan bahwa alasan dirinya bersedia jadi Mendikbud bukan karena finansial.

Nadiem Makarim, Bos Gojek, yang kini menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI.
Nadiem Makarim, Bos Gojek, yang kini menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI. (Instagram/nadiem makarim)

Alasan tersebut Nadiem Makarim beberkan dalam tayangan MataNajwa yang sudah diunggah di kanal Youtube Najwa Shihab, Minggu 1 Desember 2019.

Najwa Shihab awalnya memaparkan informasi kekayaan Nadiem Makarim ketika masih menjadi pemilik Gojek.

Najwa Shihab menjelaskan posisi Nadiem Makarim yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Seperti yang sudah disebutkan, mantan CEO Gojek ini memiliki total kekayaan mencapai angka Rp 1,4 triliun.

Selain memaparkan kekayaan Nadiem Makarim, Najwa Shihab juga menyebut besaran gaji seorang menteri.

Najwa Shihab menyebut gaji menteri hanya berkisar Rp 13 juta dengan tunjangan yang mencapai Rp 100 juta hingga Rp 500 juta.

"Sementara gaji menteri, Keppres 68 tahun 2001, tunjangan jabatan yang diterima menteri negara, dan jabatan sekelasnya sebesar Rp 13,6 juta setiap bulannya," ujar Najwa Shihab.

"Ada sih tunjangan-tunjangan lain yang besarannya sekitar Rp 100 - Rp 500 juta." tambahnya.

Menanggapi penjelasan Najwa Shihab, suami Franka Franklin ini mengatakan jika dari awal berniat mencari uang, lebih baik tak usah jadi menteri.

"Kalau mau jadi menteri untuk cari uang mendingan enggak usah jadi menteri," kata Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Youtube Najwa Shihab/capture)

Dalam kesempatan tersebut, Nadiem Makarim juga membuat sebuah pengakuan mengejutkan.

Pria berusia 35 tahun ini mengaku dirinya sudah nyaman memimpin perusahaan yang dirintisnya yakni Gojek.

Mengaku sudah nyaman di Gojek, Nadiem Makarim justru ingin berbuat lebih untuk negara.

Oleh karena itu, Nadiem Makarim menerima tawaran menjadi Mendikbud.

Bukan hanya itu, Nadiem Makarim juga membeberkan alasan pertamanya menjadi Mendikbud.

Menurut penuturan Nadiem Makarim, dirinya memilih jadi Mendikbud karena ingin mendapat pengalaman kepemimpinan.

Berdasarkan pandangan pribadinya, kepemimpinan baru dapat dikatakan sempurna jika sudah ikut berkontribusi terhadap negara.

Nadiem Makarim ingin berbuat banyak demi bangsa dan negara melalui jabatannya sebagai Mendikbud.

Nadiem Makarim ingin berbuat banyak demi bangsa dan negara melalui jabatannya sebagai Mendikbud.

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Youtube Najwa Shihab)
 
Menurut Nadiem Makarim, saat ini banyak anak muda yang apatis terhadap politik.

Mereka tak peduli dengan politik dan hanya fokus pada keuntungan pribadi masing-masing.

"Karena sekarang banyak sekali anak-anak muda yang apatis ," kata Nadiem Makarim.
Inilah yang menjadi kekhawatiran Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim khawatir jika semakin banyak anak muda yang apatis dan hanya mengejar keuntungan, Indonesia akan sulit maju dan berkembang.

"Kalau semuanya yang penting cari uang," kata Nadiem Makarim.

"Negara kita enggak bakal ke mana-mana."

"Jadi memang alasan kenapa bergabung pemerintah itu yang terpenting, alasannya buat apa," tambahnya.

(TribunNewsmaker.com/Ninda)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewsmaker.com dengan judul Tinggalkan Aset Triliunan, Nadiem Makarim Ungkap 2 Alasan Mau Jadi Mendikbud, Akui Nyaman di Gojek, https://newsmaker.tribunnews.com/2019/12/02/tinggalkan-aset-triliunan-nadiem-makarim-ungkap-2-alasan-mau-jadi-mendikbud-akui-nyaman-di-gojek?page=4.
Penulis: ninda iswara
Editor: Talitha Desena

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved